Arti Kata "filantropis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "filantropis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

filantropis

fi·lan·tro·pis a bersifat filantropi; berdasarkan cinta kasih thd sesama manusia

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "filantropis"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "filantropis" dalam Kalimat

1.Pengusaha tersebut dikenal sebagai filantropis yang peduli terhadap masalah lingkungan.
2.Dia adalah seorang filantropis yang berdedikasi untuk membantu korban bencana alam.
3.Ia merupakan filantropis yang telah menyumbangkan banyak dana untuk kegiatan sosial.
4.Penggalangan dana untuk yayasan itu digagas oleh seorang filantropis pengusaha sukses.
5.Kerja sama antara pemerintah dan filantropis sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

πŸ“š Artikel terkait kata "filantropis"

Mengenal Kata 'filantropis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Filantropis" - Inspirasi dan Motivasi

Kata filantropis memiliki makna yang sangat mendalam dan berpengaruh dalam sejarah manusia. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu "philanthrōpios," yang terdiri dari dua kata: "philos" (cinta) dan "anthrōpos" (manusia). Dalam konteks ini, filantropis berarti bersifat filantropi, yaitu memiliki cinta kasih dan peduli terhadap keseluruhan umat manusia. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika para filosof dan pemimpin bangsa mulai memahami pentingnya kemurahan hati dan bantuan sosial. Dalam sejarah, banyak tokoh terkenal yang dianggap sebagai contoh filantropis. Mereka tidak hanya memiliki kekayaan, tetapi juga memiliki hati yang besar dan peduli terhadap kebutuhan orang lain. Contohnya, Henry Dunant, seorang pengusaha Swiss yang menjadi salah satu pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Andrew Carnegie, seorang industrialis Amerika yang donasikan jutaan dolar untuk berbagai tujuan sosial. Filantropis tidak hanya aktif dalam sejarah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, seorang pengusaha yang memutuskan untuk memberikan sebagian kekayaannya untuk bantuan sosial, atau seorang individu yang meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan volunteer. Bahkan, dalam budaya Indonesia modern, filantropis dianggap sebagai nilai yang sangat penting, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat ikatan sosial.