Arti Kata "waleh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "waleh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

waleh

wa·leh /waléh/ v mengaku terus-terang; berterus terang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "waleh"

📝 Contoh Penggunaan kata "waleh" dalam Kalimat

1.Di dalam sidang peradilan, dia harus waleh tentang kejahatannya.
2.Dia tidak perlu ragu untuk waleh dengan rekan kerjanya tentang kesalahan yang sudah dilakukan.
3.Pada acara seminar, profesor memberikan materi yang membuat para siswa waleh tentang cara memahami teori tersebut.
4.Dalam percakapan dengan teman, dia waleh bahwa dia tidak sengaja menyakiti perasaan temannya.
5.Dia diharapkan waleh tentang tujuan proyek yang akan dilakukan oleh timnya.

📚 Artikel terkait kata "waleh"

Mengenal Kata 'waleh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Waleh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "waleh" sering digunakan dalam konteks membicarakan kejujuran dan integritas. Dalam arti resmi, berwaleh berarti mengaku terus-terang dan berterus terang. Istilah ini memiliki sejarah yang kaya, karena pada zaman dahulu, berwaleh sering dihubungkan dengan prinsip-prinsip kebangkitan dan pergerakan sosial. Masyarakat yang ingin berubah dan meningkatkan diri mereka sendiri sering berwaleh untuk mencapai tujuan mereka. Namun, dalam konteks modern, kata "waleh" memiliki makna yang lebih luas lagi. Berwaleh bukan hanya tentang mengakui kesalahan, tetapi juga tentang berani mengungkapkan kebenaran, bahkan jika itu tidak menyenangkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi di mana kita harus berwaleh untuk menghindari kesalahpahaman atau konflik. Misalnya, ketika kita salah lalu mengakui kesalahan kita dengan tulus, kita dapat berwaleh dan meminta maaf. Atau, ketika kita menemukan informasi yang tidak benar, kita dapat berwaleh dan mengungkapkannya. Berwaleh juga memiliki relevansi dalam kehidupan sosial dan budaya Indonesia modern. Dalam budaya kita, kejujuran dan integritas sangat dipedulikan. Masyarakat yang berwaleh dan jujur sering dihargai dan dihormati. Oleh karena itu, kita harus selalu berwaleh dalam setiap aspek kehidupan kita, mulai dari hubungan pribadi hingga hubungan sosial. Dengan begitu, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih jujur dan terbuka.