Arti Kata "tuter" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tuter" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tuter

tu·ter n trompet (klakson) pd mobil, sepeda motor, dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tuter"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "tuter" dalam Kalimat

1.Kota itu terdengar sangat ramai saat aku mengendarai sepeda motor, tetapi suara tuter mobil di depanku mengganggu konsentrasiku.
2.Pada hari ulang tahunnya, dia diberikan sepeda motor baru dengan tuter yang berwarna cerah dan menarik.
3.Pada malam hari, suara tuter mobil di jalan raya menjadi sangat mengganggu bagi warga yang sedang tidur.
4.Saya tidak bisa mengerti mengapa tuter mobil itu berbunyi terus-menerus, membuat saya merasa kesal dan frustrasi.
5.Saat aku mengendarai mobil, suara tuter yang berbunyi terus-menerus membuat aku merasa tidak nyaman dan ingin menghentikan kendaraan.

πŸ“š Artikel terkait kata "tuter"

Mengenal Kata 'tuter' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tuter" - Suara Kenyamanan Pada Mobil

Kata "tuter" mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tetapi sebenarnya telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari kita. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki arti resmi sebagai "tuΒ·ter n trompet (klakson) pd mobil, sepeda motor, dsb." Tuter, atau klakson, pertama kali ditemukan pada awal abad ke-20 sebagai sistem peringatan untuk meningkatkan kesadaran pengendara. Dengan demikian, tuter dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan di jalan. Selain itu, klakson juga menjadi simbol kenyamanan dan kemudahan dalam bertransportasi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menggunakan kata "tuter" dalam kalimat yang alami. Contohnya, "Saya tidak mendengar suara tuter mobil tersebut," atau "Saya harus menyalakan tuter sebelum melaju." Beberapa contoh lainnya adalah, "Saya tidak suka suara tuter yang keras itu," atau "Saya ingin membeli mobil yang memiliki tuter yang lembut." Dalam budaya Indonesia modern, tuter telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang menggunakan klakson sebagai cara untuk menarik perhatian atau mengingatkan orang lain. Bahkan, ada beberapa contoh di mana tuter digunakan sebagai cara untuk menunjukkan kesenangan atau kegembiraan, seperti saat kita melihat teman yang telah pulang dari perjalanan. Dengan demikian, kata "tuter" telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang lebih luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "tuter" tidak hanya memiliki arti resmi sebagai klakson, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari.