Arti Kata "impit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "impit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

impit

im·pit v, ber·im·pit v rapat; berdesakan; bersesakan;
ber·im·pit·an v saling berimpit;
ber·im·pit-im·pit v berdesak-desak; sesak-menyesak: orang ~ di tepi jalan hendak melihat tamu agung itu;
meng·im·pit v menyesak; menindih (menekan); mengapit: orang yg penuh sesak itu telah ~ anak kecil itu hingga pingsan;
meng·im·pit·kan v merapatkan hingga berimpitan; menin-dihkan; menekan hingga terjepit;
ter·im·pit v tersepit; terapit; tertindih;
im·pit·an n tekanan (dr segala jurusan); perbuatan dsb mengimpit (menyesak, menindih, dsb): banyak korban meninggal krn ~ mobil yg bertabrakan itu;
mem·per·im·pit v menaruh (menumpuk dsb) berimpit-impit: siapa yg ~ gelas-gelas di dalam kotak ini?;
mem·per·im·pit-im·pit·kan v memperimpit

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "impit"

📝 Contoh Penggunaan kata "impit" dalam Kalimat

1.Rakyat berdesak-desak untuk mendengar pidato presiden tersebut.
2.Mobil-mobil berimpitan di jalan tol akibat kecelakaan.
3.Ketika suasana berdesak-desak, kita harus tetap tenang dan sabar.
4.Mereka berusaha untuk memperimpit gelas-gelas di dalam kotak untuk disimpan.
5.Orang-orang tersepit di dalam lift karena kabelnya putus.

📚 Artikel terkait kata "impit"

Mengenal Kata 'impit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Impit" - Pengertian dan Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Kata "impit" merupakan kata yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia, namun maknanya mungkin belum sepenuhnya dipahami oleh banyak orang. Kata ini memiliki makna dasar sebagai "berdesakan", "bersesakan", atau "saling berimpit". Dalam konteks sejarah, kata ini pertama kali digunakan pada abad ke-19 sebagai bentuk dari kata "im-pit" yang berasal dari bahasa Belanda "ingepit". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "impit" sering digunakan untuk menggambarkan situasi dimana orang-orang berdesakan atau bersesakan dalam suatu tempat. Misalnya, "Rumah kita terlalu kecil sehingga selalu impit dan sesak." Atau, "Di jalan raya, mobil-mobil terimpit dan berdesak-desak." Kata "impit" juga memiliki makna yang lebih luas, seperti "menyesak", "menindih", atau "mengapit". Misalnya, "Mobil itu terlalu cepat sehingga menimpit dan menindih pengendara lain." Atau, "Di pasar, pedagang-pedagang terimpit dan berdesak-desak dalam mencari pelanggan." Dalam budaya Indonesia modern, kata "impit" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam situasi darurat, seperti bencana alam atau kecelakaan lalu lintas, kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi dimana orang-orang terdesak dan terimpit. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks sosial, seperti ketika orang-orang berdesak-desakan untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Dalam beberapa kasus, kata "impit" juga digunakan dalam konteks yang lebih filosofis. Misalnya, "Kehidupan ini terlalu singkat dan terimpit oleh kecepatan waktu." Atau, "Kita harus belajar untuk menghadapi kesulitan dan mengatasi situasi yang terimpit." Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata "impit" memiliki makna yang luas dan kompleks. Dalam penggunaannya, kata ini dapat menggambarkan situasi berdesak-desakan, menyesak, menindih, atau mengapit. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini memiliki relevansi yang signifikan dalam menggambarkan situasi darurat dan sosial.