Arti Kata "rejah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rejah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rejah

re·jah v, me·re·jah v berjalan menempuh (melanggar, melanda) dng tidak mempedulikan apa pun;
me·re·jah·kan v melanggarkan; melandakan;
pe·re·jah n pelanggar (adat, sopan santun, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rejah"

📝 Contoh Penggunaan kata "rejah" dalam Kalimat

1.Ia merajah jalanan dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan orang lain.
2.Ketika itu, kebijakan pemerintah merajah hidup masyarakat dengan sangat tegas.
3.Di pedesaan, adat istiadat merajah perilaku masyarakat dengan sangat ketat.
4.Pelanggaran hukum yang merajah kehidupan sosial menjadi berita utama.
5.Ketika menempuh karir, seseorang harus belajar untuk tidak merajah orang lain dalam pekerjaan.

📚 Artikel terkait kata "rejah"

Mengenal Kata 'rejah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rejah" - Menghancurkan Norma dengan Tidak Peduli

Kata "rejah" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia, yaitu berjalan menempuh (melanggar, melanda) dengan tidak mempedulikan apa pun. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang yang tidak peduli dengan norma-norma sosial atau adat istiadat. Sejarahnya, kata "rejah" berasal dari bahasa Malayu yang digunakan di pedalaman Sumatra pada abad ke-17. Pada saat itu, kata ini digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang yang tidak peduli dengan hukum adat atau norma-norma sosial. Dalam zaman modern, kata ini masih digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang yang tidak peduli dengan aturan-aturan atau norma-norma sosial. Contoh Penggunaan Kata "Rejah" Kata "rejah" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan sikap seseorang yang tidak peduli. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata "rejah": - Ia berjalan dengan tidak peduli dengan hukum adat yang ada di desanya. - Ia tidak peduli dengan opini orang lain, ia akan melanggarkan aturan jika perlu. - Sikapnya yang tidak peduli membuat teman-temannya merasa tidak nyaman. Relevansi Kata "Rejah" dalam Kehidupan Sehari-Hari Kata "rejah" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era modern, kita seringkali dihadapkan dengan situasi yang memerlukan kita untuk mengambil keputusan yang tidak peduli dengan norma-norma sosial. Misalnya, dalam situasi yang memerlukan kita untuk melanggarkan aturan agar dapat mencapai tujuan, kita harus siap untuk menghadapi konsekuensi yang mungkin timbul. Dalam budaya Indonesia modern, kata "rejah" seringkali digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang yang tidak peduli dengan aturan-aturan atau norma-norma sosial. Namun, perlu diingat bahwa kata ini juga dapat memiliki konotasi negatif, yaitu sikap yang tidak peduli dengan hukum adat atau norma-norma sosial.