Arti Kata "tangkap" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tangkap" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tangkap

tang·kap v ber·tang·kap v berperang seorang lawan seorang; bergelut
me·nang·kap v 1 memegang (sesuatu yg bergerak cepat, lepas, dsb); memegang (binatang, pencuri, penjahat, dsb) dng tangan atau alat: nelayan itu ~ ikan dng jala; polisi telah berhasil ~ para penjahat; 2 menerkam: harimau liar itu ~ kambing penduduk; 3 menadah (menyambut, menampung) barang yg dilemparkan: penjaga gawang ~ bola dng menjatuhkan diri; 4 mendapati (orang berbuat jahat, kesalahan, rahasia, dsb): guru itu ~ beberapa pelajar yg merokok di dl kelas; 5 menerima (suara, siaran radio, dsb): pesawat radio ini dapat ~ siaran dr luar negeri; 6 dapat memahami (mengetahui dsb): aku tidak dapat ~ isi pembicaraan mereka krn mereka menggunakan kata-kata sandi; 7 mencerap; menerima (dng pancaindra): pemimpin rakyat harus dapat ~ aspirasi rakyatnya; 8 makan atau mengena (tt pancing dsb): sudah sejam lebih pancingnya belum juga ~;
~ angin ki sudah bekerja keras, tetapi tidak ada hasilnya; ~ basah ki memergoki dan menangkap (orang yg sedang melakukan kejahatan atau perbuatan terlarang): polisi ~ seorang morfinis yg sedang mengisap ganja; ~ bayang-bayang ki pekerjaan yg sia-sia; ~ maksud memahami perkataanya; ~ tangan menangkap basah;
me·nang·kap·kan v menangkap untuk orang lain: ia ~ kupu-kupu untuk adiknya;
ter·tang·kap v (sudah) ditangkap (terpegang dsb);
~ basah terpergoki dan tertangkap (tt orang yg sedang melakukan kejahatan atau perbuatan terlarang): pencopet itu ~ basah ketika sedang merogoh tas seorang ibu; ~ muka bertemu dng tiba-tiba; ~ tangan kedapatan waktu melakukan kejahatan atau perbuatan yg tidak boleh dilakukan; tertangkap basah: wanita itu ~ tangan dng sejumlah barang bukti;
tang·kap·an n 1 sesuatu yg ditangkap; hasil menangkap; mangsa (yg ditangkap untuk dimakan); 2 orang yg dl keadaan tertangkap; tahanan (yg ditangkap oleh polisi dsb);
pe·nang·kap n 1 orang yg menangkap; 2 alat untuk menangkap;
~ ikan nelayan; ~ suara alat untuk menerima suara;
pe·nang·kap·an n proses, cara, perbuatan menangkap;
ke·tang·kap·an v terserang penyakit yg datangnya secara mendadak (kepala pusing sekali kemudian pingsan, dan kadang-kadang disusul kematian); apoplexia;
se·pe·nang·kap n sehasta (dr siku sampai ke kuku jari)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tangkap"

📝 Contoh Penggunaan kata "tangkap" dalam Kalimat

1.Pemimpin polisi berhasil menangkap pelaku kejahatan yang telah mengancam keamanan masyarakat.
2.Polisi telah menangkap beberapa orang yang terlibat dalam aksi pencopetan di pusat kota.
3.Pada malam itu, harimau liar menangkap kambing penduduk dengan cepat dan diam-diam.
4.Guru sekolah menangkap beberapa pelajar yang merokok di dalam kelas karena melanggar peraturan sekolah.
5.Penerima radio dapat menangkap siaran dari stasiun radio internasional dengan jelas dan jernih.

📚 Artikel terkait kata "tangkap"

Mengenal Kata 'tangkap' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tangkap" - Arti, Contoh, dan Relevansi

Kata "tangkap" memiliki arti yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses memegang atau menangkap sesuatu, baik itu objek, binatang, atau bahkan ide. Dalam konteks sejarah, kata "tangkap" telah digunakan dalam berbagai konteks, seperti penangkapan hewan liar atau penangkapan pelaku kejahatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tangkap" digunakan dalam berbagai kalimat yang alami. Contohnya, "Polisi berhasil tangkap para penjahat yang mencuri di pasar malam." Atau, "Ibu tangkap kupu-kupu untuk adiknya yang sangat mencintainya." Kata "tangkap" juga digunakan dalam konteks yang lebih abstrak, seperti "Guru tangkap beberapa pelajar yang merokok di dalam kelas." Dalam budaya Indonesia modern, kata "tangkap" memiliki relevansi yang signifikan dalam beberapa aspek kehidupan. Misalnya, dalam konteks hukum, kata "tangkap" digunakan untuk menggambarkan proses penangkapan pelaku kejahatan. Atau, dalam konteks sosial, kata "tangkap" digunakan untuk menggambarkan proses menangkap ide atau gagasan baru. Dalam beberapa konteks, kata "tangkap" juga digunakan dalam konteks yang lebih filosofis, seperti "Tangkap momen ini dan nikmati kehidupan."