Arti Kata "absolutisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "absolutisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

absolutisme

ab·so·lut·is·me n bentuk pemerintahan tanpa undang-undang dasar; bentuk pemerintahan dng semua kekuasaan terletak di tangan penguasa (raja, kaisar, diktator, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "absolutisme"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "absolutisme" dalam Kalimat

1.absolutisme adalah paham politik yang mendukung kekuasaan tunggal tanpa batasan.
2.Paham absolutisme sangat dominan pada masa monarki di Eropa pada abad ke-17.
3.absolutisme kerap diidentifikasi dengan kekaisaran Romawi dan Kaisar Napoleon.
4.Dalam sejarah, absolutisme sering dikaitkan dengan otoriterisme dan monarki absolut.
5.absolutisme memperkuat kekuasaan penguasa tanpa adanya kendali dari lembaga lain.

πŸ“š Artikel terkait kata "absolutisme"

Pengertian dan Contoh Absolutisme dalam Sejarah Politik

Absolutisme dalam Konteks Sejarah Politik

Absolutisme merupakan paham politik yang menganut prinsip kekuasaan tunggal dan tidak terbatas, di mana penguasa memiliki kontrol penuh atas pemerintahan tanpa adanya sistem pembatas kekuasaan. Konsep ini umumnya terkait dengan monarki absolut di mana raja atau ratu memiliki kekuasaan tertinggi dan dianggap sebagai representasi Tuhan di bumi.

Paham absolutisme mencapai puncaknya pada abad ke-17 di Eropa, terutama di negara-negara seperti Prancis, Spanyol, dan Rusia. Contoh nyata dari kekuasaan absolut adalah Raja Louis XIV dari Prancis yang terkenal dengan frase 'L'État, c'est moi' (Negara adalah saya), yang menunjukkan klaim absolut atas kekuasaan.

Dalam sejarah politik, absolutisme juga sering dikaitkan dengan kekuasaan otoriter dan monarki absolut di mana penguasa memiliki kendali mutlak atas segala aspek kehidupan masyarakat. Contoh lain dari paham ini adalah Kekaisaran Romawi dan Kaisar Napoleon Bonaparte yang dikenal dengan kekuasaan absolut mereka dalam memerintah negara dan wilayah kekuasaan mereka.

Absolutisme secara historis juga dihubungkan dengan despotisme di mana kekuasaan tunggal penguasa tidak terbatas oleh hukum atau lembaga lain. Meskipun pada masa kini, bentuk pemerintahan absolut sudah jarang ditemui, konsep ini tetap menjadi bagian penting dalam studi sejarah politik untuk memahami perkembangan sistem pemerintahan di berbagai negara.

Dengan demikian, absolutisme menunjukkan bagaimana kekuasaan yang tidak terbatas dapat mempengaruhi dinamika politik suatu negara. Meskipun kontroversial, konsep ini memberikan wawasan tentang pola kekuasaan otoriter dan dampaknya terhadap masyarakat serta sistem politik secara keseluruhan.