Arti Kata "selaya" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "selaya" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

selaya

se·la·ya(k) lihat burung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "selaya"

📝 Contoh Penggunaan kata "selaya" dalam Kalimat

1.Sekitar pukul 08.00 pagi, saya pergi ke taman untuk selaya burung-burung.
2.Saya tidak pernah bisa melupakan pengalaman menikmati selaya burung di pagi hari itu.
3.Kita biasanya pergi ke taman untuk selaya burung dan menikmati udara segar.
4.Di sini, Anda bisa menikmati selaya burung dan mengobrol dengan teman-teman.
5.Sore itu, kami pergi ke taman untuk selaya burung dan bermain bersama.

📚 Artikel terkait kata "selaya"

Mengenal Kata 'selaya' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "selaya" - Inspirasi dan Motivasi

Kata selaya seringkali dipahami sebagai nama salah satu spesies burung, namun dalam konteks ini kita akan membahas tentang makna dan penggunaannya dalam bahasa Indonesia yang lebih luas. Dalam bahasa Indonesia, kata selaya memiliki makna yang berasal dari pengamatan alam, di mana selaya sering diidentikan dengan perilaku suatu hewan yang terdapat di hutan, burung yang memiliki perilaku mengikuti atau meniru perilaku hewan lainnya. Fenomena ini sudah ada sejak lama dan diabadikan dalam bahasa Indonesia sebagai kata selaya. Contoh penggunaan kata selaya dalam kalimat yang alami adalah: "Seekor selaya meniru perilaku burung hantu yang sedang mencari makan di hutan." Pada kalimat ini, selaya menggambarkan perilaku burung yang meniru perilaku hewan lainnya, seperti burung hantu di hutan. Kata ini juga dapat digunakan dalam kalimat lain, seperti: "Burung selaya seringkali meniru suara hewan lainnya untuk mendapatkan perhatian." Pada kalimat ini, selaya menggambarkan perilaku burung yang meniru suara hewan lainnya untuk mendapatkan perhatian. Kata selaya juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam kehidupan sehari-hari, selaya dapat menggambarkan perilaku seseorang yang meniru perilaku orang lainnya untuk mendapatkan keuntungan atau perhatian. Dalam budaya Indonesia modern, selaya dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam sastra atau seni, untuk menggambarkan perilaku burung atau hewan yang meniru perilaku lainnya. Dengan demikian, kata selaya bukan hanya sekedar nama spesies burung, namun juga memiliki makna yang lebih luas dan relevan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.