Arti Kata "sayidina" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sayidina" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sayidina

sa·yi·di·na Ar n tuan kami; penghulu kita: -- Muhammad

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sayidina"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "sayidina" dalam Kalimat

1.Dalam konteks agama Islam, sayidina Muhammad adalah nabi terakhir dan utusan Allah.
2.Kita mengajarkan anak-anak untuk menghormati sayidina Muhammad sebagai contoh kebaikan dan keadilan.
3.sayidina Muhammad memperjuangkan kebenaran dan keadilan melalui jalan yang tidak mudah.
4.Pengajar kita mengatakan bahwa sayidina Muhammad adalah contoh kesabaran dan kekuatan jiwa yang luar biasa.
5.Dalam sejarah Islam, sayidina Muhammad memimpin umatnya ke arah keselamatan dan kebahagiaan.

πŸ“š Artikel terkait kata "sayidina"

Mengenal Kata 'sayidina' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sayidina" - Inspirasi dan Motivasi

Kata sayidina merupakan istilah yang memiliki makna yang dalam dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, sayidina berarti "saΒ·yiΒ·diΒ·na Ar n tuan kami; penghulu kita: -- Muhammad". Istilah ini memiliki konteks historis dan sosial yang kental, terkait dengan agama Islam dan peran figur tokoh yang dihormati. Dalam konteks sejarah, sayidina sering digunakan untuk menggambarkan kultus pribadi atau penghormatan kepada tokoh tertentu, biasanya dalam konteks keagamaan. Oleh karena itu, penggunaan kata sayidina dalam kalimat seringkali terkait dengan penghormatan dan pengakuan terhadap kebesaran atau kebijaksanaan seseorang. Misalnya, dalam kalimat "Kami menyadari bahwa sayidina Muhammad adalah figur yang sangat berpengaruh dalam sejarah Islam", kata sayidina digunakan untuk menekankan posisi Muhammad sebagai tokoh yang sangat dihormati dan diakui. Sayidina juga sering digunakan dalam penggunaan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam kalimat "Saya sangat menghormati sayidina Gus Dur karena kebijaksanaannya", kata sayidina digunakan untuk menekankan penghormatan dan pengakuan terhadap Gus Dur sebagai tokoh yang sangat berpengaruh. Dalam konteks ini, kata sayidina digunakan untuk menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap seseorang yang dianggap memiliki kebijaksanaan dan kebesaran. Dalam kehidupan sehari-hari, kata sayidina juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam penghormatan kepada figur tertentu yang memiliki kebijaksanaan dan kebesaran. Misalnya, dalam kalimat "Saya sangat menghormati sayidina Bung Karno karena visi dan misinya", kata sayidina digunakan untuk menekankan penghormatan dan pengakuan terhadap Bung Karno sebagai tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Dalam kesimpulan, kata sayidina adalah istilah yang memiliki makna yang dalam dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah, sayidina digunakan untuk menggambarkan kultus pribadi atau penghormatan kepada tokoh tertentu, biasanya dalam konteks keagamaan. Dalam penggunaan sehari-hari, sayidina digunakan untuk menekankan penghormatan dan pengakuan terhadap kebijaksanaan dan kebesaran seseorang.