Arti Kata "reideologisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "reideologisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

reideologisasi

re·i·de·o·lo·gi·sa·si /réidéologisasi/ n pengideologian kembali: muncul -- dan retradisionalisasi yg kuat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "reideologisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "reideologisasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah melakukan reideologisasi untuk meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
2.Kritikus sejarah menuduh historiografis reideologisasi masa lalu untuk menutupi kekejaman kolonialis.
3.Dalam proses reideologisasi, nilai-nilai tradisional harus dipertahankan untuk menghindari kehilangan identitas budaya.
4.Dosen sejarah mengajar tentang reideologisasi yang terjadi pada masa pemerintahan komunis di negara tersebut.
5.reideologisasi yang dilakukan oleh partai politik tersebut dianggap sebagai upaya untuk memenangkan pemilu.

📚 Artikel terkait kata "reideologisasi"

Mengenal Kata 'reideologisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Reideologisasi" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Reideologisasi adalah proses pengideologian kembali suatu ideologi atau gagasan, yang biasanya terjadi dalam konteks politik atau sosial. Istilah ini pertama kali digunakan pada abad ke-20 untuk menggambarkan pergeseran kebijakan politik atau penyesuaian ideologi dalam respond terhadap perubahan kondisi sosial dan politik. Dalam konteks historis, reideologisasi sering terkait dengan perubahan besar dalam struktur kekuasaan atau sistem politik.

Penggunaan Kata Reideologisasi dalam Kalimat

Contoh-contoh penggunaan kata reideologisasi dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan reideologisasi kebijakan ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial. Proses reideologisasi ini melibatkan penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter untuk mendukung investasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dan meningkatkan legitimasi kekuasaannya.

Relevansi Reideologisasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Reideologisasi juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks perubahan sosial dan budaya. Dalam era globalisasi, reideologisasi menjadi penting untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi sosial dan ekonomi. Dalam konteks budaya Indonesia, reideologisasi dapat diartikan sebagai proses penyesuaian nilai-nilai dan norma-norma sosial untuk mengakomodasi perubahan budaya dan teknologi. Dengan demikian, reideologisasi dapat membantu masyarakat Indonesia meningkatkan fleksibilitas dan adaptabilitas dalam menghadapi perubahan yang cepat dan kompleks.