Arti Kata "tumpang-tindih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tumpang-tindih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tumpang-tindih

tum·pang-tin·dih v, ber·tum·pang-tin·dih v 1 bersusun-susun tindih-menindih; 2 ki bertimbun-timbun banyak sekali; berjejal-jejal; bertumpuk-tumpuk: penduduk kota besar ~; 3 ki bercampur aduk, saling berbeda (bertentangan): makin banyak yg mengurus desa, makin banyak peraturan atau kebijaksanaan yg ~;
ke·tum·pang·tin·dih·an n perihal (keadaan) tumpang tindih: sejumlah mata pelajaran kini sedang diteliti seberapa jauh ~ nya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tumpang-tindih"

📝 Contoh Penggunaan kata "tumpang-tindih" dalam Kalimat

1.Penduduk kota besar mengalami tumpang-tindih antara hunian dan tempat kerja.
2.Mengurangi tumpang-tindih antara mata pelajaran adalah tujuan utama reformasi pendidikan.
3.Kebijakan pemerintah banyak saling bertumpang-tindih, sehingga susah dijalankan.
4.tumpang-tindih antara peraturan dan kebijaksanaan akan membuat sistem hukum kacau.
5.Kerja sama antar lembaga internasional sering kali mengalami tumpang-tindih kepentingan dan tujuan.

📚 Artikel terkait kata "tumpang-tindih"

Mengenal Kata 'tumpang-tindih' - Inspirasi dan Motivasi

Arti dan Makna Tumpang-Tindih dalam Bahasa Indonesia

Tumpang-tindih adalah kata yang memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, kata ini memiliki arti bersusun-susun tindih-menindih, bertimbun-timbun banyak sekali, berjejal-jejal, bertumpuk-tumpuk, serta bercampur aduk. Dalam konteks historis, kata ini telah digunakan sejak abad ke-19 untuk menggambarkan kondisi yang berantakan dan tidak teratur. Dalam kehidupan sehari-hari, kata tumpang-tindih sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang berantakan dan tidak teratur. Misalnya, "Kota besar ini sangat tumpang-tindih dan berjejal-jejal, membuat sulit bagi penduduk untuk bergerak." Atau, "Banyak sekali peraturan dan kebijaksanaan yang tumpang-tindih dalam pengelolaan desa, sehingga membuat keputusan menjadi sulit." Kata tumpang-tindih juga relevan dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, kata ini telah digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial dan politik yang semakin kompleks dan tidak teratur. Misalnya, "Kondisi tumpang-tindih antara kebijaksanaan dan peraturan membuat sulit bagi pemerintah untuk mengambil keputusan yang tepat." Dalam beberapa konteks, kata tumpang-tindih juga digunakan untuk menggambarkan kondisi yang bercampur aduk dan tidak teratur. Misalnya, "Makanan yang tumpang-tindih antara rasa manis dan asam membuatnya menjadi sangat unik dan menarik." Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan kondisi yang berjejal-jejal dan tidak teratur, seperti "Jalan yang tumpang-tindih dengan banyak sekali kendaraan membuat sulit bagi pengemudi untuk melaju dengan lancar."