Arti Kata "konstituante" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "konstituante" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

konstituante

kon·sti·tu·an·te n panitia atau dewan pembentuk undang-undang dasar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "konstituante"

📝 Contoh Penggunaan kata "konstituante" dalam Kalimat

1.Para anggota konstituante akan memilih pemimpin mereka untuk menyelesaikan pekerjaan pembentukan Undang-Undang Dasar.
2.Proses pembentukan Undang-Undang Dasar diawali dengan pembentukan konstituante yang terdiri dari para ahli hukum.
3.Pembentukan konstituante merupakan tahap penting dalam sejarah bangsa karena memungkinkan pembuatan undang-undang yang adil.
4.Pada masa kolonial, konstituante tidak ada karena pemerintah kolonial tidak memperbolehkan pembentukan undang-undang yang independen.
5.Pembentukan Undang-Undang Dasar 1945 juga melibatkan konstituante yang terdiri dari para tokoh nasional yang berpengaruh.

📚 Artikel terkait kata "konstituante"

Mengenal Kata 'konstituante' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "konstituante" - Pembentuk Undang-Undang Dasar

Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, kata konstituante sering muncul dalam percakapan tentang pembentukan negara. Dalam arti resmi, konstituante adalah panitia atau dewan pembentuk undang-undang dasar. Sejarahnya, kata ini berasal dari bahasa Latin "constituere," yang berarti "menetapkan" atau "menentukan." Dalam konteks politik, konstituante memiliki peran penting dalam menentukan struktur pemerintahan dan hukum dasar suatu negara.

Contoh Penggunaan Kata "konstituante" dalam Kalimat

Pada tahun 1945, konstituante pertama kali dibentuk di Indonesia untuk menyiapkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dewan ini terdiri dari 150 anggota yang dipilih oleh masyarakat, dengan tugas utama menetapkan prinsip-prinsip dasar pemerintahan dan hukum negara. Dalam proses pembentukan UUD, konstituante bekerja sama dengan para cendekiawan dan tokoh politik untuk menciptakan dokumen yang menjadi fondasi hukum Indonesia. Dalam sejarah Indonesia, konstituante telah dipilih beberapa kali untuk menyesuaikan UUD dengan kebutuhan negara. Pada era Orde Baru, misalnya, konstituante dibentuk untuk menambahkan pasal-pasal yang memungkinkan presiden memegang kekuasaan yang lebih luas. Dalam konteks modern, konstituante tetap menjadi bagian penting dalam proses pembentukan keputusan hukum dasar suatu negara.

Relevansi Kata "konstituante" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata konstituante tidak hanya terkait dengan politik dan hukum, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks sosial, konstituante dapat diartikan sebagai kelompok orang yang bertanggung jawab dalam menentukan keputusan yang mempengaruhi masyarakat. Dalam budaya Indonesia, konstituante sering dianggap sebagai simbol kebebasan dan demokrasi, karena mereka memiliki peran penting dalam menentukan arah negara. Dalam era modern, kata konstituante tetap relevan dalam konteks politik dan sosial. Dalam proses pembentukan keputusan hukum dasar, konstituante masih diperlukan untuk menjamin kebebasan dan demokrasi suatu negara.