Arti Kata "mardatillah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mardatillah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mardatillah

mar·da·til·lah Ar n sesuatu yg diridai Allah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mardatillah"

📝 Contoh Penggunaan kata "mardatillah" dalam Kalimat

1.Dalam doa harian, saya selalu mengucapkan "mardatillah" untuk memohon rahmat Allah SWT.
2.Di acara pernikahan, ibu kandung mengucapkan "mardatillah" untuk memohon ampun dan rahmat bagi anaknya.
3.Pada saat kejadian bencana alam, masyarakat terus mengucapkan "mardatillah" untuk memohon perlindungan dan ampun.
4.Dalam pelajaran agama di sekolah, guru mengajarkan anak-anak untuk selalu mengucapkan "mardatillah" sebagai bentuk penghormatan kepada Allah.
5.Dalam syair-syair klasik, penulis menggunakan kata "mardatillah" untuk mengungkapkan rasa syukur dan ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa.

📚 Artikel terkait kata "mardatillah"

Mengenal Kata 'mardatillah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mardatillah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mardatillah" adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia, terutama dalam konteks agama Islam. Istilah ini memiliki makna yang sangat mendalam dan dapat memberikan inspirasi serta motivasi bagi kita semua. Makna umum dari kata "mardatillah" adalah **mar·da·til·lah** Ar n sesuatu yg diridai Allah, yang berarti bahwa sesuatu itu telah diterima dan disukai oleh Allah SWT. Kata "mardatillah" memiliki konteks historis yang sangat kaya. Istilah ini pertama kali muncul dalam Al-Qur'an, yang merupakan sumber wahyu bagi umat Islam. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menyatakan bahwa Dia adalah **mardatillah** bagi semua makhluk ciptaan-Nya. Ini berarti bahwa Allah SWT adalah yang paling sempurna dan tidak ada yang dapat menandingi-Nya. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "mardatillah" dalam kalimat yang alami: * "Saya sangat berharap agar saya dapat menjadi **mardatillah** bagi Allah SWT dengan melakukan amal shalat dan membaca al-Qur'an setiap hari." * "Dia adalah **mardatillah** bagi Allah SWT karena selalu berusaha melakukan kebaikan dan membantu orang lain." * "Keluarga kami sangat berbahagia karena anak kami telah menjadi **mardatillah** bagi Allah SWT dengan lulus ujian masuk perguruan tinggi." Kata "mardatillah" juga memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun belakangan, kata "mardatillah" telah menjadi istilah yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Mereka menggunakan istilah ini untuk mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan atas keberhasilan atau kejadian baik yang terjadi dalam hidup mereka.