Arti Kata "maharajalela" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "maharajalela" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

maharajalela

ma·ha·ra·ja·le·la /maharajaléla/ n (gelar) kepala menteri (yg dl upacara kerajaan, berdiri memegang pedang terhunus dan siap memenggal leher orang yg bersalah kpd raja);
ber·si·ma·ha·ra·ja·le·la v 1 berbuat sewenang-wenang; merajalela: banyak penjahat besar - di kota-kota; 2 bercabul (tt penyakit): penyakit disentri - lagi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "maharajalela"

📝 Contoh Penggunaan kata "maharajalela" dalam Kalimat

1.Dalam upacara kerajaan, maharajalela berdiri memegang pedang terhunus dan siap memenggal leher orang yang bersalah.
2.Pada masa lalu, maharajalela dianggap sebagai simbol kekuasaan dan keadilan di dalam masyarakat.
3.Dia merasa merajalela dan tak peduli akan hukum di kota tersebut.
4.Penyakit disentri ini lagi maharajalela dan semakin menyebar ke seluruh daerah.
5.Pada masa penjajahan, maharajalela digunakan sebagai gelar bagi kepala pemerintahan yang berkuasa di daerah tertentu.

📚 Artikel terkait kata "maharajalela"

Mengenal Kata 'maharajalela' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "maharajalela" - Kepemimpinan yang Sewenang-Wenang

Kata "maharajalela" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, maharajalela merujuk pada gelar kepala menteri pada masa kerajaan yang berdiri memegang pedang terhunus dan siap memenggal leher orang yang bersalah kepada raja. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, kata ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan kepemimpinan yang sewenang-wenang dan tidak adil.

Penggunaan Kata "maharajalela" dalam Konteks Sehari-Hari

Kata "maharajalela" sering digunakan untuk menggambarkan perilaku kepemimpinan yang tidak adil dan sewenang-wenang. Misalnya, "Pemerintah yang maharajalela membuat keputusan yang tidak transparan dan tidak memperhatikan kepentingan rakyat." atau "Kepala sekolah yang maharajalela membuat aturan yang tidak wajar dan membuat siswa merasa tidak nyaman." Dalam kedua contoh tersebut, kata "maharajalela" digunakan untuk menggambarkan kepemimpinan yang tidak adil dan sewenang-wenang.

Relevansi Kata "maharajalela" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "maharajalela" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era demokrasi yang saat ini kita jalani, kata "maharajalela" digunakan untuk menggambarkan perilaku kepemimpinan yang tidak adil dan sewenang-wenang. Dalam budaya Indonesia modern, kata "maharajalela" digunakan sebagai kritik terhadap pemerintah atau kepemimpinan yang tidak memperhatikan kepentingan rakyat. Dengan demikian, kata "maharajalela" menjadi sangat relevan dalam diskusi dan debat mengenai kepemimpinan dan pemerintahan yang adil dan transparan.