Arti Kata "kontradiktif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kontradiktif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kontradiktif

kon·tra·dik·tif a bersifat kontradiksi; berlawanan; bertentangan: pernyataannya hari ini -- dng yg dikatakannya kemarin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kontradiktif"

📝 Contoh Penggunaan kata "kontradiktif" dalam Kalimat

1.Argumen dia sangat kontradiktif karena mengatakan hal yang berlawanan dengan pendapatnya sebelumnya.
2.Pernyataan politiknya tidak jelas karena sering memberikan jawaban kontradiktif.
3.Saya tidak bisa memahami kalimatnya karena ada kontradiktif antara kalimat pertama dan kalimat kedua.
4.Pada perdebatan akademik, para ilmuwan harus dapat meneliti dan menemukan jawaban yang tidak kontradiktif dengan hasil penelitian sebelumnya.
5.Pernyataan kontradiktif sang narasumber membuat aku ragu untuk percaya pada ceritanya.

📚 Artikel terkait kata "kontradiktif"

Mengenal Kata 'kontradiktif' - Inspirasi dan Motivasi

Kata "Kontradiktif" dalam Bahasa Indonesia: Pengertian dan Contoh

Pernyataan yang bertentangan dengan apa yang telah dikatakan sebelumnya seringkali disebut sebagai kontradiktif. Istilah ini berasal dari kata "kontradiksi", yang berarti pernyataan atau keyakinan yang bertentangan satu sama lain. Dalam konteks sejarah, kata "kontradiktif" pertama kali digunakan pada abad ke-19 untuk menggambarkan pernyataan yang bertentangan dengan keyakinan atau nilai-nilai yang berlaku pada saat itu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kontradiktif" seringkali digunakan untuk menggambarkan pernyataan yang tidak konsisten atau bertentangan dengan apa yang telah dikatakan sebelumnya. Misalnya, seseorang yang mengatakan "Aku suka makan nasi goreng" namun kemudian mengatakan "Aku tidak suka makan makanan yang berminyak" dapat dianggap sebagai pernyataan kontradiktif. Contoh lain adalah seseorang yang mengatakan "Aku ingin menjadi dokter" namun kemudian mengatakan "Aku tidak ingin bekerja di rumah sakit" juga dapat dianggap sebagai pernyataan kontradiktif. Dalam budaya Indonesia modern, kata "kontradiktif" memiliki relevansi yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam berbicara atau menulis, kita harus selalu memperhatikan apakah pernyataan kita tidak kontradiktif dengan apa yang telah dikatakan sebelumnya. Dengan demikian, kita dapat menghindari kesalahpahaman dan memperoleh kesan yang lebih positif dari orang lain.