Arti Kata "jahil" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jahil" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jahil

ja·hil a 1 bodoh; tidak tahu (terutama tt ajaran agama): para ulama berkewajiban menuntun golongan -- dan bebal; 2 cak jail;
-- murakab amat bodoh;
men·ja·hili v membodohi;
ke·ja·hil·an n 1 kebodohan; 2 kejailan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jahil"

📝 Contoh Penggunaan kata "jahil" dalam Kalimat

1.Dia sering menggunakan kata-kata kasar kepada orang lain, membuatnya terlihat jahil dan tidak sopan.
2.Pakar agama menasihati umatnya untuk tidak jahil tentang ajaran-ajaran yang telah digariskan.
3.Dalam kisah itu, tokoh utama yang jahil dalam membiayai hidupnya menghadapi konsekuensi yang berat.
4.Pendidik berusaha menuntun muridnya agar tidak jahil terhadap ilmu pengetahuan yang diajarkan.
5.Para pejabat yang jahil dalam mengelola keuangan negara harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

📚 Artikel terkait kata "jahil"

Mengenal Kata 'jahil' - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Kata "Jahil" dalam Bahasa Indonesia

Kata "jahil" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan seseorang yang tidak tahu atau tidak paham terutama tentang ajaran agama. Namun, kata ini memiliki makna yang lebih luas dan kompleks dalam konteks sejarah dan sosial. Dalam arti resmi, "jahil" dapat diartikan sebagai seseorang yang bodoh atau tidak tahu, baik dalam konteks agama maupun kehidupan sehari-hari.

Penggunaan Kata "Jahil" dalam Konteks Sehari-Hari

Kata "jahil" sering digunakan dalam kalimat yang menggambarkan seseorang yang tidak tahu atau tidak paham tentang sesuatu. Contohnya, "Dia dianggap **jahil** karena tidak tahu cara mengendarai sepeda," atau "Saya tidak ingin dia menjadi **jahil** karena tidak tahu cara berhitung." Dalam konteks agama, kata "jahil" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak tahu tentang ajaran agama, seperti "Dia dianggap **jahil** karena tidak tahu tentang rukun Islam."

Relevansi Kata "Jahil" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "jahil" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan dan agama. Dalam konteks pendidikan, kata "jahil" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak tahu tentang sesuatu yang diajarkan. Dalam konteks agama, kata "jahil" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak tahu tentang ajaran agama. Namun, kata "jahil" juga dapat digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti dalam kalimat "Dia dianggap **jahil** karena tidak tahu cara menggunakan teknologi." Dalam budaya Indonesia modern, kata "jahil" masih digunakan dalam konteks yang sama, yaitu menggambarkan seseorang yang tidak tahu atau tidak paham tentang sesuatu.

Kata yang Mirip

jahiliah