Arti Kata "wara-wiri" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wara-wiri" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wara-wiri

1wa·ra-wi·ri n worawari

2wa·ra-wi·ri v wira-wiri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wara-wiri"

📝 Contoh Penggunaan kata "wara-wiri" dalam Kalimat

1.Warga di pedesaan sering melihat wara-wiri di sungai sebagai sinyal perubahan cuaca.
2.Penduduk desa mengatakan bahwa wara-wiri di langit adalah pertanda hujan akan datang.
3.Pada pameran budaya, seniman memamerkan lukisan wara-wiri langit yang indah dan menenangkan.
4.Di sekolah, guru mengajarkan anak-anak tentang makna wara-wiri sebagai simbol keindahan alam.
5.Pengunjung museum menikmati lukisan wara-wiri langit oleh seniman terkenal yang dianggap sangat indah.

📚 Artikel terkait kata "wara-wiri"

Mengenal Kata 'wara-wiri' - Inspirasi dan Motivasi

Wara-Wiri: Mengenal Makna dan Konteks Sejarahnya

Wara-wiri adalah kata yang memiliki makna umum sebagai gerakan atau aktivitas yang tidak terarah atau acak. Dalam konteks sejarah, kata ini terkait dengan budaya dan perilaku masyarakat tradisional di Indonesia, khususnya dalam masyarakat adat. Mereka sering menganggap wara-wiri sebagai cara untuk menghindari bahaya atau mengurangi risiko, seperti berjalan beriringan dalam perjalanan panjang untuk memastikan keamanan dan kekuatan bersama. Dalam kehidupan sehari-hari, kata wara-wiri sering digunakan dalam kalimat yang alami. Contohnya, "Kita harus berjalan wara-wiri di jalan yang rusak ini agar tidak terpeleset". Dalam kesempatan lain, "Di tengah hujan deras, kami memutuskan untuk berlari wara-wiri ke rumah agar tidak terkena hujan". Pada situasi lain, "Kami berpikir untuk bermain wara-wiri di lapangan agar tidak terlalu serius". Dalam budaya Indonesia modern, kata wara-wiri masih relevan dalam berbagai konteks. Di kalangan masyarakat, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak terarah atau tidak terencana. Hal ini juga terkait dengan kebiasaan masyarakat dalam menghadapi situasi yang tidak terduga, seperti memilih untuk bergerak wara-wiri dalam situasi darurat. Walaupun demikian, konsep wara-wiri tetap merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Indonesia, menunjukkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan dan mengadaptasi diri dengan lingkungan sekitar.