Arti Kata "kedengkung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kedengkung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kedengkung

ke·deng·kung ? kedengkang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kedengkung"

📝 Contoh Penggunaan kata "kedengkung" dalam Kalimat

1.Bangunan tua tersebut memiliki atap yang kedengkung dan berwarna abu-abu.
2.Dalam bahasa lama, kata "kedengkung" digunakan untuk menggambarkan bentuk yang tidak rata atau tidak simetris.
3.Saya tidak suka makanan yang berada di atas piring yang kedengkung karena terlihat tidak enak.
4.Ketika berjalan di atas jembatan yang kedengkung, saya merasa tidak nyaman karena terlihat akan jatuh.
5.Dokter menyatakan bahwa anak kecil tersebut memiliki gigi yang kedengkung akibat tidak pernah menjaga kebersihan gigi.

📚 Artikel terkait kata "kedengkung"

Mengenal Kata 'kedengkung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kedengkung" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kedengkung" sering digunakan dalam Bahasa Indonesia untuk menggambarkan kondisi atau suasana yang terasa kurang nyaman atau tidak enak, baik secara fisik maupun emosional. Dalam konteks historis, kata ini memiliki makna yang lebih mendalam, mengacu pada suasana hati yang sedih, gelisah, atau tidak tenang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata "kedengkung" untuk menggambarkan suasana hati yang tidak enak. Misalnya, "Suasana kedengkung menghiasi wajahnya setelah mendengar kabar buruk," atau "Kota itu terasa kedengkung karena polusi udara yang parah." Dalam budaya Indonesia modern, kata "kedengkung" masih relevan dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, seseorang bisa berkata, "Hari ini saya merasa kedengkung karena harus menyelesaikan pekerjaan yang banyak," atau "Kita harus meningkatkan kualitas hidup agar tidak terasa kedengkung lagi." Dalam beberapa konteks, kata "kedengkung" juga digunakan untuk menggambarkan kondisi fisik seperti rasa lelah, sakit, atau tidak nyaman. Misalnya, "Saya merasa kedengkung setelah berolahraga terlalu lama," atau "Kulit saya terasa kedengkung karena terkena sinar matahari terlalu lama." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "kedengkung" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari.