Arti Kata "burit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "burit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

burit

1bu·rit n (bagian) belakang; buntut; dubur; punggung;
mem·bu·rit v bersetubuh sesama laki-laki;
bu·rit·an n bagian belakang kapal atau perahu

2bu·rit n sore

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "burit"

📝 Contoh Penggunaan kata "burit" dalam Kalimat

1.Kapal itu memiliki burit yang panjang dan kuat untuk menahan angin kuat.
2.Dia melakukan burit dengan temannya di malam itu, dan sangat malu saat paginya.
3.Anak itu terjatuh di burit kapal dan terluka saat bermain di pantai.
4.Pada abad pertengahan, burit kapal digunakan sebagai senjata dalam pertempuran laut.
5.burit seekor hewan buas membuat saya takut untuk mendekatinya.

📚 Artikel terkait kata "burit"

Mengenal Kata 'burit' - Inspirasi dan Motivasi

Burit: Makna dan Konteks dalam Bahasa Indonesia

Kata burit memiliki makna yang kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, burit dapat diartikan sebagai bagian belakang, buntut, dubur, atau punggung. Namun, di dalam bahasa Indonesia, burit juga memiliki makna yang lebih spesifik dan kontekstual. Dalam sejarah, kata burit digunakan dalam konteks budaya dan sosial, terutama dalam hubungan antara pria dan wanita. Dalam prakteknya, kata burit digunakan dalam berbagai kalimat alami. Misalnya, "Perempuan itu sibuk membersihkan burit kucingnya di malam hari." Atau, "Ibu perlu memeriksa burit bayi setiap hari untuk memastikan kesehatannya." Contoh lainnya, "Pria itu menemukan burit perahu yang rusak setelah badai melanda pantai." Dalam kehidupan sehari-hari, kata burit memiliki relevansi yang penting. Bahkan, dalam budaya Indonesia modern, kata burit masih digunakan sebagai bahasa yang alami dan tidak formal. Misalnya, di kalangan masyarakat yang lebih terbuka, kata burit digunakan untuk menggambarkan hubungan homoseksual antara pria. Dalam konteks ini, burit menjadi kata yang sensitif dan memerlukan pemahaman yang baik.