Arti Kata "cengkelong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "cengkelong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

cengkelong

ceng·ke·long Jw v, men·ceng·ke·long v mengurangi dr jumlah (jatah) yg seharusnya diberikan (tt uang, jatah, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "cengkelong"

📝 Contoh Penggunaan kata "cengkelong" dalam Kalimat

1.Pengeluaran uang saku anaknya dikurangi karena dia sering cengkelong di temannya.
2.Pegawai kantor harus menghindari cengkelong dalam mengelola anggaran tahunan perusahaan.
3.Di kantor, dia ditegur bosnya karena sering cengkelong dengan anggaran proyek.
4.Pengeluaran transportasi anaknya dikurangi karena dia sering cengkelong dengan temannya.
5.Pernyataan "Dia sering cengkelong" menunjukkan bahwa dia jarang mengikuti kegiatan yang sudah direncanakan.

📚 Artikel terkait kata "cengkelong"

Mengenal Kata 'cengkelong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "cengkelong" - Mengurangi Jatah yang Seharusnya

Kata "cengkelong" sering digunakan dalam bahasa Indonesia dalam konteks yang berbeda-beda. Dalam arti resmi, cengkelong berarti mengurangi jumlah atau jatah yang seharusnya diberikan. Ini dapat berlaku dalam berbagai situasi, seperti mengurangi uang, jatah, atau bahkan hak-hak seseorang. Dalam konteks sejarah, kata cengkelong sering digunakan untuk menggambarkan praktek-praktek korupsi atau penyelewengan yang dilakukan oleh penguasa atau pejabat. Mereka sering kali mengurangi jatah atau hak-hak rakyat untuk kepentingan pribadi atau politik. Oleh karena itu, kata cengkelong memiliki konotasi negatif yang kuat dalam budaya Indonesia. Cengkelong juga dapat digunakan dalam kalimat yang lebih umum, seperti "Dia cengkelong uang saku saya untuk membeli barang-barang yang tidak perlu." atau "Pemerintah cengkelong jatah bantuan sosial kepada mereka yang membutuhkan." Dengan demikian, kata cengkelong menjadi bagian dari bahasa sehari-hari dan digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak adil atau tidak seimbang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata cengkelong masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika seseorang mengurangi jatah makanan untuk kepentingan pribadi, maka dapat dikatakan bahwa mereka melakukan cengkelong. Dengan demikian, kata cengkelong menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.