Arti Kata "jengkal muka" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jengkal muka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jengkal muka

Kiasan sejengkal muka

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jengkal muka"

📝 Contoh Penggunaan kata "jengkal muka" dalam Kalimat

1.Dalam pidato formalnya, dia mengatakan bahwa setiap langkah politik itu sejengkal muka.
2.Saya tidak ingin berbohong, tapi jawabannya adalah sejengkal muka, tidak ada yang lebih.
3.Dalam sastra, penulis menggunakan kiasan "sejengkal muka" untuk menggambarkan kehidupan sehari-hari.
4.Pada tahap awal, target kami adalah sejengkal muka, yaitu meningkatkan penjualan produk 10%.
5.Dalam konteks sosial, kata "sejengkal muka" digunakan untuk menggambarkan kecilnya perubahan yang dapat dilakukan.

📚 Artikel terkait kata "jengkal muka"

Mengenal Kata 'jengkal muka' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jengkal Muka" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jengkal muka" sering digunakan dalam bahasa Indonesia sebagai kiasan untuk menggambarkan sesuatu yang sangat kecil atau tidak signifikan. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini berasal dari peribahasa "sejengkal muka" yang pertama kali muncul pada abad ke-17. Peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kemampuan atau keterampilan yang sangat terbatas.

Kiasan Sejengkal Muka: Makna yang Luas

Kiasan "sejengkal muka" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dalam bahasa sehari-hari, kata "jengkal muka" sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak signifikan atau tidak berpengaruh. Misalnya, jika seseorang berkata bahwa suatu halangan atau masalah kecil "tidak lebih dari sejengkal muka", maka dia menggambarkan bahwa hal tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan. Contoh lain, jika seseorang berkata bahwa "pembicaraannya hanya sejengkal muka", maka dia menggambarkan bahwa isi pembicaraannya tidak memiliki nilai atau tidak menarik perhatian. Dalam kedua contoh ini, kata "jengkal muka" digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak signifikan atau tidak berpengaruh.

Relevansi Kata "Jengkal Muka" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "jengkal muka" memiliki relevansi yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak signifikan atau tidak berpengaruh. Misalnya, dalam situasi pekerjaan, jika seseorang berkata bahwa suatu masalah kecil "tidak lebih dari sejengkal muka", maka dia menggambarkan bahwa masalah tersebut dapat diatasi dengan mudah. Dalam konteks sosial, kata "jengkal muka" dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak memiliki nilai atau tidak menarik perhatian. Dengan demikian, kata "jengkal muka" memiliki peran yang penting dalam bahasa Indonesia sebagai kiasan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak signifikan atau tidak berpengaruh.