Arti Kata "onggok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "onggok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

onggok

1ong·gok n longgok; tumpuk;
ber·ong·gok-ong·gok v berlonggok-longgok; bertumpuk-tumpuk; bertimbun-timbun: - buah-buahan dan sayur-sayuran dijual di tepi jalan;
meng·ong·gok·kan v melonggokkan; menumpukkan: tukang kebun - sampah untuk dibakar;
ong·gok·an n longgokan; tumpukan; timbunan: mobilnya terbalik krn melanggar - batu di tepi jalan

2ong·gok n ampas singkong setelah diambil acinya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "onggok"

📝 Contoh Penggunaan kata "onggok" dalam Kalimat

1.Mereka menjual buah-buahan dan sayur-sayuran di tepi jalan dalam longgokan yang menarik.
2.Di taman, anak-anak suka bermain di longgokan pasir yang luas dan lembut.
3.Pekerja tukang kebun harus mengonggokkan sampah untuk dibakar dengan hati-hati.
4.Mobilnya terbalik karena melanggar batu di tepi jalan, membentuk longgokan yang berantakan.
5.Di pasar tradisional, pedagang suka mengonggokkan barang-barang di atas meja untuk menarik perhatian pembeli.

📚 Artikel terkait kata "onggok"

Mengenal Kata 'onggok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "onggok" - Makna dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "onggok" memiliki makna yang luas dalam Bahasa Indonesia, yang meliputi konsep tumpukan, berlonggok-longgok, dan bertimbun-timbun. Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan situasi di mana benda-benda tertumpuk atau terletak bersamaan, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran dijual di tepi jalan. Sejarah kata "onggok" tidak tercatat secara spesifik, namun kemungkinan besar telah ada sejak zaman kuno ketika masyarakat Indonesia masih menggunakan konsep pengumpulan dan penumpukan barang. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata "onggok" dalam konteks yang alami: - "Di pasar tradisional, buah-buahan dan sayur-sayuran dijual di tepi jalan, terlihat seperti onggok yang cantik dan menarik." - "Tukang kebun harus onggokkan sampah untuk dibakar, agar tidak menimbulkan bau tidak sedap." - "Mobilnya terbalik karena melanggar batu di tepi jalan, membentuk onggokan yang terlihat konyol." Kata "onggok" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pengumpulan dan penumpukan barang. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana benda-benda tertumpuk atau terletak bersamaan. Contohnya, saat musim hujan, jalan-jalan di kota mungkin terlihat seperti onggok karena air hujan yang menggenang di permukaan. Dalam konteks ini, kata "onggok" membantu menggambarkan situasi yang kompleks dan menarik.