Arti Kata "disleksia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "disleksia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

disleksia

dis·lek·sia /disléksia/ n Ling gangguan pd penglihatan dan pendengaran yg disebabkan oleh kelainan saraf pd otak sehingga anak mengalami kesulitan membaca

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "disleksia"

📝 Contoh Penggunaan kata "disleksia" dalam Kalimat

1.Siswa sekolah dasar mengalami kesulitan membaca teks karena disleksia.
2.Pengajar menggunakan metode khusus untuk membantu anak-anak dengan disleksia.
3.Anak perempuan itu menderita disleksia sejak dia masih duduk di bangku sekolah.
4.Pengobatan disleksia melibatkan terapi dan perubahan cara belajar yang efektif.
5.Orang tua harus memiliki kesabaran dan dukungan yang kuat untuk anak dengan disleksia.

📚 Artikel terkait kata "disleksia"

Mengenal Kata 'disleksia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Disleksia" - Inspirasi dan Motivasi

Pengalaman belajar membaca dapat berbeda-beda bagi setiap orang. Sementara sebagian besar anak bisa dengan mudah menyerap informasi dari buku, ada beberapa anak yang mengalami kesulitan membaca. Istilah ini dikenal sebagai disleksia, gangguan pada penglihatan dan pendengaran yang disebabkan oleh kelainan saraf pada otak. Sejarah disleksia sendiri telah lama ada, bahkan sejak abad ke-20. Pada saat itu, disleksia masih belum terdefinisi dengan jelas dan dianggap sebagai gangguan pada mata. Namun, dengan kemajuan teknologi dan penelitian, disleksia sekarang diakui sebagai gangguan pada sistem saraf pusat yang mempengaruhi kemampuan membaca seseorang. Contoh penggunaan kata disleksia dalam kalimat yang alami adalah: * Anaknya memiliki disleksia, sehingga sulit untuk membaca dan menulis. * Guru tidak perlu khawatir, karena ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu anak dengan disleksia belajar membaca. * Orang tua harus memiliki kesabaran dan dukungan yang kuat untuk membantu anaknya yang mengalami disleksia. Disleksia tidak hanya mempengaruhi kemampuan membaca, tetapi juga dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk mendukung anak-anak dengan disleksia dan membantu mereka mencapai potensi yang sebenarnya. Dengan motivasi dan dukungan yang tepat, anak-anak dengan disleksia dapat belajar membaca dengan lebih mudah dan percaya diri.