Arti Kata "stereotip" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "stereotip" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

stereotip

ste·re·o·tip /stéréotip/ 1 a berbentuk tetap; berbentuk klise: ucapan yg --; 2 n konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yg subjektif dan tidak tepat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "stereotip"

📝 Contoh Penggunaan kata "stereotip" dalam Kalimat

1.Kalimat-kalimat di bawah ini menggunakan kata "stereotip" dengan konteks berbeda:
2.stereotip tentang kaum pria yang sedang menangis seringkali dianggap tidak pantas.
3.Pada film tersebut, penggunaan stereotip terhadap karakter perempuan digunakan untuk menggambarkan keadaan masyarakat.
4.Saya tidak ingin digambarkan sebagai orang yang hanya suka bermain video game karena itu stereotip yang tidak tepat tentang saya.
5.Dalam psikologi, stereotip dapat mempengaruhi cara kita berpikir dan berperilaku terhadap orang lain.

📚 Artikel terkait kata "stereotip"

Mengenal Kata 'stereotip' - Inspirasi dan Motivasi

Bahaya Stereotip dalam Masyarakat

Stereotip adalah konsep yang telah lama ada dalam bahasa Indonesia, berasal dari kata "stereotip" yang berarti berbentuk tetap atau klise. Dalam konteks sosial, stereotip mengacu pada prasangka subjektif dan tidak tepat tentang suatu golongan atau individu. Konsep ini telah ada sejak abad ke-19, ketika ilmuwan Jerman, Wilhelm Wundt, menggambarkannya sebagai "gambaran umum yang tidak tepat dan prasangka tentang sifat suatu golongan". Stereotip sering kali digunakan dalam komunikasi sehari-hari, bahkan tanpa sadar. Misalnya, kalimat "Ibu adalah seorang yang selalu sibuk" atau "Laki-laki tidak boleh menangis" adalah contoh stereotip yang umum. Dalam contoh lain, orang yang memiliki kulit hitam dianggap sebagai "orang Afrika" atau "orang yang suka berdansa", padahal tidak semua orang Afrika suka berdansa dan tidak semua orang kulit hitam memiliki sifat yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari, stereotip sering kali mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan orang lain. Dalam budaya Indonesia modern, stereotip sering kali digunakan dalam iklan, media sosial, dan bahkan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, iklan yang menggambarkan wanita sebagai "ibu rumah tangga yang selalu sibuk" adalah contoh stereotip yang tidak tepat. Dengan membaca dan memahami makna stereotip, kita dapat menjadi lebih sadar dan berusaha untuk menghindari penggunaan stereotip yang tidak tepat dalam komunikasi sehari-hari. Dalam artikel ini, kita telah memahami makna stereotip dan contoh penggunaannya dalam kalimat yang alami. Dengan sadar akan konsep ini, kita dapat berusaha untuk menghindari penggunaan stereotip yang tidak tepat dan mempromosikan kesadaran sosial yang lebih baik.

Kata yang Mirip

stereotipikal