Arti Kata "dikajangi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dikajangi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dikajangi

di.ka.jangi Verba (kata kerja) diberi atap kajang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dikajangi"

📝 Contoh Penggunaan kata "dikajangi" dalam Kalimat

1.Di kelas itu, guru akan memperkenalkan konsep dasar fisika dengan dijawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa.
2.Mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep dasar fisika setelah dijangani pembelajaran yang efektif.
3.Di ruang kuliah, dosen akan mengadakan diskusi tentang teori ekonomi dan dijawab oleh mahasiswa.
4.Pengajar akan meminta mahasiswa untuk mengerjakan soal-soal matematika dan dijawab dengan benar.
5.Sebelum memulai praktikum biologi, dosen akan memberikan instruksi kepada mahasiswa untuk dijangani dengan baik.

📚 Artikel terkait kata "dikajangi"

Mengenal Kata 'dikajangi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dikajangi" - Inspirasi dari Tradisi Indonesia

Kata "dikajangi" sering digunakan dalam konteks kajang, yaitu atap yang terbuat dari bahan seperti bambu, kayu, atau logam. Namun, di balik makna umumnya, kata "dikajangi" memiliki sejarah dan konteks yang lebih dalam dalam bahasa Indonesia. Kata ini berasal dari kata "kajang", yang merupakan istilah tradisional untuk atap rumah adat Indonesia, seperti rumah adat Jawa atau rumah adat Sunda.

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "dikajangi" dalam kalimat yang alami:

Pada zaman dahulu, rumah-rumah di pedesaan sering dikajangi dengan atap yang terbuat dari bambu. Atap bambu ini tidak hanya murah, tetapi juga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan atap lainnya. Di daerah-daerah tertentu, seperti di Jawa Timur, rumah-rumah masih sering dikajangi dengan atap bambu sebagai cara untuk menghormati tradisi leluhur.

Relevansi kata "dikajangi" dalam kehidupan sehari-hari

Kata "dikajangi" tak hanya memiliki makna yang spesifik dalam konteks tradisi dan budaya Indonesia, tetapi juga relevan dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam dunia arsitektur, kata "dikajangi" digunakan untuk menggambarkan desain atap yang unik dan ramah lingkungan. Selain itu, kata "dikajangi" juga sering digunakan dalam konteks kebudayaan, seperti dalam pertunjukan seni atau festival budaya. Dengan demikian, kata "dikajangi" bukan hanya sekedar kata, tetapi juga memiliki makna yang dalam dan relevan dalam kehidupan kita sehari-hari.