Arti Kata "gerogot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gerogot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gerogot

ge·ro·got v, meng·ge·ro·goti v 1 menggigiti berkali-kali; mengerip; mengunggis: ia asyik ~ paha ayam yg empuk itu; 2 ki mengambil (merampas) sedikit demi sedikit; merusakkan sedikit demi sedikit; 3 merugikan pihak lain dng cara menguras barang miliknya sedikit demi sedikit; merongrong;
peng·ge·ro·got·an n proses, cara, perbuatan menggerogoti: yg dinamakan keadilan oleh orang Belanda cuma ~ sisa-sisa wibawa Mataram

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gerogot"

📝 Contoh Penggunaan kata "gerogot" dalam Kalimat

1.Ia asyik menggerogoti paha ayam yang empuk itu dengan giginya.
2.Pemilik toko kopi itu merasa gerogot oleh karyawan yang selalu mengambil uang kas tanpa izin.
3.Dalam proses demokratisasi, kekuasaan dikerogoti oleh berbagai pihak untuk mencapai keadilan.
4.Peneliti menemukan bahwa kehidupan lingkungan telah digerogoti oleh polusi udara dan limbah.
5.Dalam novel tersebut, kekuasaan penjajah dikerogoti oleh rakyat yang berjuang untuk kemerdekaan.

📚 Artikel terkait kata "gerogot"

Mengenal Kata 'gerogot' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gerogot" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "gerogot" sering digunakan dalam berbagai konteks, namun maknanya masih kurang diketahui oleh banyak orang. Secara resmi, kata "gerogot" memiliki arti sebagai menggigiti berkali-kali, mengerip, atau mengunggis. Dalam konteks historis, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan proses merusakkan sedikit demi sedikit, seperti yang terjadi pada wibawa Mataram pada masa penjajahan Belanda. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kata "gerogot" lebih sering digunakan untuk menggambarkan proses merusakkan atau merugikan pihak lain. Misalnya, "ia asyik menggerogoti paha ayam yang empuk itu" atau "perusahaan itu merusakkan reputasi kompetitornya dengan cara menggerogoti kepercayaan masyarakat". Kata ini juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam politik atau ekonomi, untuk menggambarkan proses merusakkan atau merugikan pihak lain. Menggerogoti dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan konteks, namun akhirnya selalu berdampak negatif bagi pihak yang terlibat. Oleh karena itu, penting untuk kita sadari dan menghindari perilaku menggerogoti dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat menciptakan sebuah masyarakat yang lebih adil, setara, dan berkeadilan.