Arti Kata "zahir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "zahir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

zahir

za·hir ? lahir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "zahir"

๐Ÿ“ Contoh Penggunaan kata "zahir" dalam Kalimat

1.Dalam konsep filsafat, keberadaan zahir menunjukkan kesadaran akan dunia nyata.
2.Di dunia pendidikan, kita harus membedakan antara makna yang zahir dan yang batin.
3.Pertunjukan teater tersebut menampilkan zahir dari kehidupan sehari-hari yang kompleks.
4.Dalam konteks keagamaan, zahir dari kesalehan adalah perilaku yang jelas dan terlihat.
5.Dalam karya sastra tersebut, zahir dari keindahan alam menggambarkan kesempurnaan alam semesta.

๐Ÿ“š Artikel terkait kata "zahir"

Mengenal Kata 'zahir' - Inspirasi dan Motivasi

Arti Zahir, Kata yang Mengungkapkan yang Tersirat

Kata **zahir** memiliki arti resmi 'zaยทhir, lahir', yang secara umum dapat diterjemahkan sebagai 'yang terlihat' atau 'yang tampak'. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini memiliki makna yang lebih dalam, terkait dengan konsep ilmu falsafah dan spiritualitas. Dalam tradisi Islam, **zahir** digunakan untuk menggambarkan aspek lahiriah kehidupan, yang dapat dilihat dan dirasakan oleh manusia. Dalam kalimat sehari-hari, kata **zahir** dapat digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya, "Dia menampilkan** **zahir** kebahagiaannya setelah mendapatkan kabar baik", atau "Kasih sayang orang tua hanya** **zahir** di depan umum, tapi sebenarnya mereka memiliki perasaan yang lebih dalam". Dalam kalimat-kalimat ini, kata **zahir** digunakan untuk menggambarkan sisi yang terlihat atau dipamerkan oleh seseorang. Kata **zahir** tidak hanya relevan dalam konteks spiritual atau falsafah, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kita sering kali melihat sisi **zahir** kehidupan masyarakat, seperti kemajuan ekonomi, teknologi, dan sosial. Namun, perlu diingat bahwa ada juga aspek **zahir** kehidupan yang tidak terlihat, seperti perasaan, pikiran, dan motivasi individu. Dengan memahami makna **zahir**, kita dapat memiliki pandangan yang lebih komprehensif tentang kehidupan dan manusia.