Arti Kata "sarasehan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sarasehan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sarasehan

null

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sarasehan"

📝 Contoh Penggunaan kata "sarasehan" dalam Kalimat

1.Di bidang matematika, hasil operasi yang menghasilkan nilai 0 disebut dengan sarasehan.
2.Dalam konteks permainan, pemain yang kalah dan tidak memiliki poin disebut sebagai sarasehan.
3.Dalam perhitungan pajak, jika seseorang tidak memiliki penghasilan, maka nilainya dianggap sebagai sarasehan.
4.Dalam permainan kartu, jika kartu yang dimiliki tidak berjumlah 21, maka kartu itu dianggap sebagai sarasehan.
5.Dalam konteks komputer, jika variabel atau nilai dianggap tidak memiliki nilai, maka disebut sebagai sarasehan.

📚 Artikel terkait kata "sarasehan"

Mengenal Kata 'sarasehan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sarasehan" - Tidak Ada Nilai yang Sama Dengan Kehilangan

Kata "sarasehan" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia, yaitu tidak ada atau nihil. Makna ini memiliki konteks historis yang menarik, karena pada masa lalu, kata ini digunakan untuk menggambarkan kekosongan atau kehampaan. Dalam konteks sosial, kata "sarasehan" juga memiliki makna yang lebih mendalam, yaitu kehilangan nilai atau makna.

Contoh Penggunaan Kata "sarasehan" dalam Kalimat yang Alami

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sarasehan" sering digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak ada atau nihil. Contoh penggunaan kata ini adalah: "Setelah perusahaan itu bangkrut, saya merasa ada **sarasehan** dalam diri saya, karena saya telah kehilangan pekerjaan saya." Atau, "Saya merasa ada **sarasehan** dalam kehidupan saya, karena saya telah kehilangan orang yang saya cintai." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata "sarasehan" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak ada atau nihil.

Relevansi Kata "sarasehan" dalam Kehidupan Sehari-Hari dan Budaya Indonesia Modern

Kata "sarasehan" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak ada atau nihil, seperti kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang dicintai, atau kehilangan nilai-nilai yang penting. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini juga memiliki makna yang lebih mendalam, yaitu kehilangan identitas atau kehilangan makna dalam kehidupan. Oleh karena itu, kata "sarasehan" adalah suatu kata yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, karena menggambarkan keadaan yang tidak ada atau nihil.