Arti Kata "alibi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "alibi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

alibi

ali·bi n Huk bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "alibi"

📝 Contoh Penggunaan kata "alibi" dalam Kalimat

1.Dia menggunakan alibi palsu untuk menghindari tanggung jawabnya.
2.Mahasiswa tersebut memberikan alibi bahwa dia sakit untuk tidak mengikuti ujian.
3.Pengacara itu berhasil membuktikan bahwa alibi kliennya tidak dapat dipercaya.
4.alibi yang mereka berikan tidak konsisten dan mudah terbongkar.
5.Ketika ditanya tentang keberadaannya saat kejadian, dia hanya bisa memberikan alasan-alibi yang tidak jelas.

📚 Artikel terkait kata "alibi"

Arti Kata Alibi Menurut KBBI

Definisi Alibi

Alibi merupakan suatu dalih atau alasan yang digunakan seseorang untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat dalam suatu peristiwa atau tindakan tertentu. Alibi dapat berupa keterangan atau bukti yang menunjukkan bahwa pada saat kejadian terjadi, orang tersebut berada di tempat lain yang jauh dari lokasi kejadian. Dalam konteks hukum, alibi sering digunakan sebagai alat pembelaan untuk membersihkan diri dari tuduhan yang dialamatkan.

Alibi juga dapat merujuk pada pernyataan yang digunakan untuk menghindari tanggung jawab atau konsekuensi atas suatu kesalahan atau tindakan yang dilakukan. Seseorang yang memberikan alibi seringkali berusaha meyakinkan orang lain bahwa dirinya tidak bersalah atau tidak terlibat dalam suatu perbuatan yang dianggap negatif.

Penentuan keabsahan alibi seringkali menjadi perdebatan dalam proses hukum. Para pihak yang terlibat akan mencoba membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran alibi yang disajikan. Hal ini dapat melibatkan penyelidikan, pemeriksaan saksi, dan analisis bukti-bukti yang ada.

Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan alibi seringkali terjadi dalam situasi yang membutuhkan pertanggungjawaban atau penjelasan atas suatu peristiwa. Orang-orang dapat memberikan alibi untuk menghindari konsekuensi dari tindakan yang dilakukan, baik itu dalam konteks pribadi maupun profesional.

Untuk menghindari penyalahgunaan alibi, penting bagi setiap individu untuk jujur dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Dengan mengutamakan integritas dan kejujuran, seseorang dapat membangun reputasi yang baik dan terhindar dari masalah yang disebabkan oleh alibi palsu atau tidak dapat dipertanggungjawabkan.