Arti Kata "tayum" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tayum" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tayum

ta·yum ark n, ta·yum-te·ma·yum n waktu matahari terbenam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tayum"

📝 Contoh Penggunaan kata "tayum" dalam Kalimat

1.Saat matahari terbenam, suasana di pusat kota menjadi lebih santai dan menikmati tayum bersama teman-teman.
2.Di kota tua, masyarakat tradisional masih mengadakan tayum sebagai tradisi turun-temurun pada hari-hari tertentu.
3.Sebagai seorang budayawan, saya sangat tertarik untuk mempelajari dan memahami makna sebenarnya dari tradisi tayum di masyarakat.
4.Pada malam hari, kami biasanya berkumpul di rumah untuk menikmati tayum bersama keluarga dan mendengarkan cerita-cerita unik.
5.Di masa lalu, tayum dijadikan sebagai acara penting untuk memperingati hari-hari besar dan menandatangani perjanjian-perjanjian penting.

📚 Artikel terkait kata "tayum"

Mengenal Kata 'tayum' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tayum" - Pahit Manisnya Senja

Kata "tayum" seringkali membuat kita teringat pada masa lalu, ketika matahari mulai terbenam dan senja menyebar di ufuk. Secara resmi, tayum adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan waktu matahari terbenam. Namun, di balik maknanya yang sederhana, kata tayum memiliki banyak makna dan konteks yang lebih dalam. Kata "tayum" seringkali dihubungkan dengan perasaan yang kompleks, seperti kehilangan dan perpisahan. Waktu matahari terbenam seringkali dianggap sebagai waktu yang paling indah, tetapi juga paling berat. Orang-orang seringkali mengalami perasaan sedih dan kehilangan ketika melihat matahari terbenam, karena itu seringkali menjadi tanda bahwa hari telah berakhir dan kita harus kembali ke keadaan normal. Tapi, kata "tayum" juga bisa memiliki arti yang lebih positif. Waktu matahari terbenam seringkali dianggap sebagai waktu untuk bersantai dan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang kita cintai. Saat ini, kita bisa menikmati pemandangan alam yang indah dan menikmati kebersamaan dengan orang lain. Contoh penggunaan kata tayum dalam kalimat yang alami adalah: "Saya suka menghabiskan waktu tayum dengan keluarga saya di pantai." Kata "tayum" juga memiliki relevansi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, kata tayum seringkali dihubungkan dengan budaya dan tradisi. Misalnya, di beberapa daerah, waktu matahari terbenam dianggap sebagai waktu untuk berdoa dan beribadah. Selain itu, kata tayum juga seringkali digunakan dalam lagu-lagu tradisional Indonesia, seperti lagu "Tayum" karya musisi asal Jawa Timur, yang menggambarkan keindahan dan keasaman waktu matahari terbenam. Dengan demikian, kata "tayum" bukan hanya sekedar kata yang menggambarkan waktu matahari terbenam, tetapi juga memiliki banyak makna dan konteks yang lebih dalam. Dengan memahami kata tayum, kita bisa lebih memahami kehidupan dan kebudayaan Indonesia.