Arti Kata "Sura" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "Sura" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Sura

Su·ra n Asyura

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "Sura"

📝 Contoh Penggunaan kata "Sura" dalam Kalimat

1.Sura adalah hari raya Islam yang dirayakan di bulan Muharam, sebagaimana kita ketahui hari raya ini.
2.Pada hari Sura, banyak umat Islam yang berpuasa sebagai bentuk penyesalan atas peristiwa Kerajaan Bani Utsmaniyah.
3.Dalam sejarah, Sura tercatat sebagai hari dimana Nabi Muhammad saw melarang perayaan Idul Fitri.
4.Di kota-kota besar, pawai Sura diadakan sebagai bentuk perayaan dan penghormatan terhadap Nabi Muhammad saw.
5.Pada hari Sura, umat Islam diwajibkan berdzikir dan berdoa agar dapat mendapatkan ampun dari Allah SWT.

📚 Artikel terkait kata "Sura"

Mengenal Kata 'Sura' - Inspirasi dan Motivasi

Sura: Makna dan Konteks dalam Sejarah dan Budaya

Pada awalnya, kata Sura merujuk pada bulan ke-10 dalam kalender Islam, yang juga disebut sebagai bulan Asyura. Namun, dalam konteks yang lebih luas, Sura memiliki makna yang lebih kompleks dan terkait erat dengan kehidupan spiritual dan sosial masyarakat. Dalam sejarah, Sura telah menjadi simbol peringatan dan pengecualian bagi umat Islam, terutama dalam memperingati kelahiran Imam Husain, cucu Nabi Muhammad Saw.

Contoh penggunaan Sura dalam kalimat yang alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut: "Pada bulan Sura, umat Islam berziarah ke kota Karbala untuk memperingati kelahiran Imam Husain." "Pengadilan pada bulan Sura akan menilai semua kasus yang telah berakhir." "Pada Sura, masyarakat di Indonesia lebih banyak melakukan ibadah dan ziarah ke tempat-tempat suci."

Dalam kehidupan sehari-hari, Sura memiliki relevansi yang signifikan dalam budaya Indonesia modern. Contohnya, pada bulan Sura, banyak orang yang melakukan pengajian dan doa bersama untuk memohon ampun atas kesalahan masa lalu. Selain itu, Sura juga menjadi salah satu bulan yang paling penting dalam kalender peringatan dan pengecualian bagi umat Islam. Dengan demikian, Sura menjadi bagian integral dari kehidupan spiritual dan sosial masyarakat Indonesia.