Arti Kata "tanah pusaka" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tanah pusaka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tanah pusaka

tanah yang menjadi milik turun-temurun dari nenek moyang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tanah pusaka"

📝 Contoh Penggunaan kata "tanah pusaka" dalam Kalimat

1.Pengadilan menetapkan bahwa tanah pusaka tersebut adalah milik keluarga tersebut secara sah.
2.Pada hari raya Idul Fitri, kami selalu berkumpul di tanah pusaka keluarga kami yang berada di pinggir kota.
3.Pengajar membahas tentang cara merawat tanah pusaka dan kearifan lokal dalam mata pelajaran sejarah.
4.Pengusaha besar itu mengakuisisi tanah pusaka milik keluarga lain untuk mendirikan resort mewah.
5.Sebagai warisan turun-temurun, tanah pusaka keluarga kami diperlukan untuk kepentingan komunitas.

📚 Artikel terkait kata "tanah pusaka"

Mengenal Kata 'tanah pusaka' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tanah Pusaka" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Makna Tanah Pusaka

Tanah pusaka adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan tanah yang telah menjadi milik turun-temurun dari nenek moyang. Dalam konteks sosial, tanah pusaka seringkali diwariskan dari generasi ke generasi sebagai simbol identitas dan pengakuan akan warisan leluhur. Sejarah tanah pusaka juga terkait dengan konsep hukum adat, di mana tanah tersebut dianggap sebagai hak milik keluarga atau marga tertentu. Dengan demikian, tanah pusaka menjadi simbol kearifan lokal dan identitas budaya yang kuat.

Penggunaan Tanah Pusaka dalam Kalimat

Tanah pusaka seringkali digunakan dalam kalimat sebagai simbol warisan dan identitas. Contohnya, "Paman saya memiliki **tanah pusaka** di daerah asal keluarga kami, yang telah diwariskan dari nenek moyang." Dalam kalimat ini, tanah pusaka dianggap sebagai warisan keluarga yang penting. Contoh lain, "Kami memiliki **tanah pusaka** yang menjadi tempat pemujaan leluhur, di mana kami melakukan upacara adat setiap tahun." Dalam kalimat ini, tanah pusaka digunakan sebagai tempat upacara adat yang penting.

Relevansi Tanah Pusaka dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tanah pusaka masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia. Banyak masyarakat yang masih memegang teguh tradisi dan adat istiadat yang terkait dengan tanah pusaka. Selain itu, tanah pusaka juga digunakan sebagai simbol identitas dan warisan kebudayaan. Dengan demikian, tanah pusaka tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.