Arti Kata "defaitisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "defaitisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

defaitisme

de·fa·it·is·me /défaitisme/ n sikap menerima kekalahan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "defaitisme"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "defaitisme" dalam Kalimat

1.Dalam pertandingan sepak bola, tim tersebut menunjukkan tanda-tanda defaitisme dan mengundurkan diri dari lapangan.
2.Sikap defaitisme yang ditunjukkan oleh pemenang pemilu itu akan berdampak pada masa depan negara.
3.Puisi yang menggambarkan suasana defaitisme setelah kekalahan perang membuat pembaca merasa sedih.
4.Pengajar harus waspada dengan sikap defaitisme yang muncul di kalangan murid karena bisa mempengaruhi prestasi akademik mereka.
5.Politisi yang mengalami kekalahan dipilihannya kemudian menunjukkan defaitisme dalam pidatonya yang membuat banyak orang kecewa.

πŸ“š Artikel terkait kata "defaitisme"

Mengenal Kata 'defaitisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Defaitisme" - Inspirasi dan Motivasi

Defaitisme: Sikap Menerima Kekalahan

Defaitisme memiliki makna yang cukup mendalam dalam konteks psikologi dan sosial. Dalam arti resmi, defaitisme adalah sikap menerima kekalahan atau kegagalan, baik secara pribadi maupun kolektif. Istilah ini berasal dari Perancis, yaitu "dΓ©faitisme", yang berarti "kekalahan" atau "kegagalan". Istilah ini mulai digunakan dalam abad ke-19 untuk menggambarkan sikap masyarakat Perancis setelah kekalahan dalam Perang Napoleon.

Contoh Penggunaan Defaitisme dalam Kalimat

Sikap defaitisme dapat terlihat dalam berbagai aspek kehidupan. Contohnya, ketika seseorang gagal dalam mencapai tujuan karirnya, ia mungkin mengalami defaitisme dan merasa tidak mampu untuk mencapai kesuksesan. "Setelah gagal dalam tes, dia mulai menerima defaitisme dan merasa tidak layak untuk menjadi insinyur." Contoh lainnya adalah ketika sebuah tim olahraga kehilangan pertandingan, mereka mungkin mengalami defaitisme dan merasa tidak mampu untuk mengalahkan lawan mereka di masa mendatang. "Setelah kalah dalam piala dunia, tim sepak bola mulai menerima defaitisme dan merasa tidak mampu untuk mengalahkan tim-tim kuat lainnya."

Relevansi Defaitisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Defaitisme dapat memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal motivasi dan keberanian. Ketika seseorang mengalami defaitisme, ia mungkin kehilangan motivasi untuk mencapai tujuan dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Namun, dengan menghadapi dan mengatasi defaitisme, seseorang dapat meningkatkan motivasi dan keberanian mereka, serta mencapai kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan. "Dalam budaya Indonesia modern, defaitisme sering dianggap sebagai hal yang tidak diinginkan, karena dapat menghambat kemajuan individu dan masyarakat."