Arti Kata "bapakisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bapakisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bapakisme

ba·pak·is·me n praktik hubungan pemimpin dan bawahan yg meniru pola hubungan bapak dan anak; kebiasaan mengagung-agungkan pemimpin (atasan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bapakisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "bapakisme" dalam Kalimat

1.Dalam konteks organisasi, bapakisme seringkali dianggap sebagai cara efektif untuk meningkatkan efisiensi dan disiplin di tempat kerja.
2.Penggunaan kata bapakisme dalam kalangan aktivis perempuan seringkali terkait dengan kritik terhadap struktur kekerasan patriarkal dalam masyarakat.
3.Penerapan bapakisme dalam model pendidikan dapat menyebabkan anak didik merasa takut dan tidak percaya diri.
4.Kebiasaan bapakisme seringkali dianggap sebagai hal yang tidak baik dalam hubungan keluarga modern karena dapat menyebabkan anak merasa tidak dihargai.
5.Dalam konteks sejarah, bapakisme dapat dianggap sebagai produk dari struktur sosial yang patriarkal dan dapat dijadikan objek kritik oleh sejarawan.

📚 Artikel terkait kata "bapakisme"

Mengenal Kata 'bapakisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bapakisme": Kebiasaan Mengagungkan Pemimpin

adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan praktik hubungan pemimpin dan bawahan yang meniru pola hubungan bapak dan anak. Dalam konteks historis, bapakisme sering dihubungkan dengan peran bapak dalam keluarga tradisional, di mana bapak dianggap sebagai sumber kekuasaan dan kebijaksanaan. Namun, dalam konteks modern, bapakisme telah berkembang menjadi kebiasaan mengagungkan pemimpin, baik dalam bidang politik, ekonomi, atau sosial. sering kali diwujudkan dalam bentuk pengagungan pemimpin yang tidak adil atau tidak transparan. Misalnya, "Ketua organisasi tersebut memiliki yang sangat kuat, sehingga anggota yang memiliki pendapat berbeda sering kali dianggap sebagai pemberontak." Atau, "Pemimpin perusahaan tersebut memiliki yang membuat pekerja merasa tidak dihargai dan dianggap seperti anak kecil." Dalam kedua contoh tersebut, digunakan untuk menggambarkan pola hubungan yang tidak seimbang dan tidak demokratis. memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam dunia politik, bapakisme sering kali digunakan oleh pemimpin untuk mempertahankan kekuasaan dan menghindari kritik. Dalam dunia bisnis, bapakisme dapat menyebabkan pekerja merasa tidak dihargai dan dianggap seperti anak kecil. Oleh karena itu, penting untuk mengerti makna dan menghindari praktik yang tidak demokratis dalam hubungan pemimpin dan bawahan.