Arti Kata "tabut perjanjian" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tabut perjanjian" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tabut perjanjian

peti berisi dua keping batu yang bertatahkan Sepuluh Perintah Tuhan yang difirmankan kepada Nabi Musa a.s. di Gurun Sinai, bertutup emas dengan dua kerubim emas pada kedua ujungnya sebagai lambang janji Allah untuk menyertai Bani Israel selama mereka tidak melanggar firman

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tabut perjanjian"

📝 Contoh Penggunaan kata "tabut perjanjian" dalam Kalimat

1.Pada hari liburan, anak-anak di sekolah mengunjungi tabut perjanjian.
2.Pada musim liburan, para pelajar ke gereja untuk melihat tabut perjanjian.
3.Dalam pelajaran agama, guru mengajar tentang pentingnya tabut perjanjian bagi umat Israel.
4.Pada pertengahan abad ke-20, seorang penulis sastra menggambarkan tabut perjanjian dalam novelnya sebagai lambang harapan.
5.Di museum Sejarah Israel, pameran utama menampilkan tabut perjanjian sebagai peninggalan masa lalu.

📚 Artikel terkait kata "tabut perjanjian"

Mengenal Kata 'tabut perjanjian' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tabut Perjanjian" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Makna Tabut Perjanjian

Tabut perjanjian adalah peti berisi dua keping batu yang bertatahkan Sepuluh Perintah Tuhan yang difirmankan kepada Nabi Musa a.s. di Gurun Sinai. Dalam konteks historis, tabut perjanjian menjadi simbol penting dalam agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Sepuluh Perintah Tuhan yang tertulis pada tabut perjanjian merupakan pedoman moral dan etika bagi umat Bani Israel.

Penggunaan Kata Tabut Perjanjian dalam Bahasa Indonesia

Tabut perjanjian sering digunakan dalam kalimat untuk mengacu pada peti berisi perjanjian atau komitmen. Contohnya, "Negara ini memiliki tabut perjanjian dengan negara lain untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan diplomatik." Atau, "Umat Kristen menganggap tabut perjanjian sebagai simbol kepercayaan mereka kepada Tuhan."

Relevansi Tabut Perjanjian dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meskipun tabut perjanjian memiliki makna religius yang mendalam, konsepnya juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks modern, tabut perjanjian dapat diartikan sebagai komitmen atau perjanjian yang ditandatangani oleh dua pihak untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama. Dalam budaya Indonesia, contoh tabut perjanjian dapat dilihat pada perjanjian kerja sama antara perusahaan dengan pemerintah untuk mengembangkan proyek pembangunan yang berkelanjutan.