Arti Kata "mengaut laba dengan siku" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mengaut laba dengan siku" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mengaut laba dengan siku

me.nga.ut laba dengan siku Peribahasa selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mengaut laba dengan siku"

📝 Contoh Penggunaan kata "mengaut laba dengan siku" dalam Kalimat

1.Pemimpin perusahaan selalu mengaut laba dengan siku, meskipun biaya operasional meningkat.
2.Sebagai seorang pedagang, dia selalu berusaha mengaut laba dengan siku dari setiap transaksi penjualan.
3.Ketika mengelola keuangan keluarga, istri saya terbiasa mengaut laba dengan siku dari setiap pengeluaran yang ada.
4.Di pasar, penjual buah sayuran selalu berusaha mengaut laba dengan siku dari setiap penjualan yang dilakukan.
5.Dalam bisnis, tidak ada yang salah dengan mengaut laba dengan siku, asalkan tidak di luar batas hukum.

📚 Artikel terkait kata "mengaut laba dengan siku"

Mengenal Kata 'mengaut laba dengan siku' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mengaut Laba dengan Siku" - Inspirasi dan Motivasi untuk Mencari Untung

Peribahasa "me.nga.ut laba dengan siku" memiliki makna yang sangat jelas, yaitu selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya. Namun, apa sebenarnya makna di balik peribahasa ini? Apakah hanya tentang mencari uang saja? Mari kita bahas lebih lanjut.

Konteks Historis dan Makna

Peribahasa "me.nga.ut laba dengan siku" berasal dari kebiasaan pedagang kuno yang selalu mencari kesempatan untuk memperoleh laba atau keuntungan sebanyak-banyaknya. Mereka tidak pernah puas dengan laba yang sudah mereka dapatkan, melainkan selalu ingin mencari cara untuk meningkatkan pendapatan mereka. Mereka menggunakan siku sebagai alat untuk mengukur dan menghitung laba yang mereka peroleh. Dengan demikian, peribahasa ini menjadi simbol dari keinginan untuk mencari keuntungan dan meningkatkan pendapatan.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "mengaut laba dengan siku" dalam kalimat yang alami: * Perusahaan baru itu selalu berusaha untuk mengaut laba dengan siku, sehingga mereka dapat meningkatkan pendapatan mereka. * Ibu saya selalu mengatakan bahwa saya harus pintar dalam berbisnis dan tidak pernah puas dengan laba yang sudah saya dapatkan, karena saya harus mengaut laba dengan siku. * Perusahaan itu menggunakan strategi yang cerdas untuk mengaut laba dengan siku dan meningkatkan pendapatan mereka.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peribahasa "me.nga.ut laba dengan siku" masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari kita. Banyak orang yang selalu mencari cara untuk meningkatkan pendapatan mereka, baik melalui bisnis atau pekerjaan. Mereka tidak pernah puas dengan laba yang sudah mereka peroleh, melainkan selalu ingin mencari cara untuk meningkatkan pendapatan mereka. Dengan demikian, peribahasa ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk selalu mencari keuntungan dan meningkatkan pendapatan. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "me.nga.ut laba dengan siku" masih sangat populer dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Banyak orang yang menggunakan peribahasa ini untuk menggambarkan keinginan untuk mencari keuntungan dan meningkatkan pendapatan. Dengan demikian, peribahasa ini menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang sangat penting dan relevan.