Arti Kata "inkonsistensi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "inkonsistensi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

inkonsistensi

in·kon·sis·ten·si /inkonsisténsi/ n 1 ketidaktaatasasan ; 2 ke-tidakserasian: penjelasan yg berbeda-beda dr pemerintah tt kasus itu memperlihatkan adanya ~ di antara aparat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "inkonsistensi"

📝 Contoh Penggunaan kata "inkonsistensi" dalam Kalimat

1.Pemerintah harus menunjukkan inkonsistensi dalam penjelasan mereka agar rakyat percaya.
2.Pernyataan yang berbeda-beda dari pihak-pihak terkait menunjukkan adanya inkonsistensi dalam kebijakan pemerintah.
3.Karyawan yang seringkali tidak memenuhi janji mereka menunjukkan inkonsistensi dalam pekerjaannya.
4.Pendidik harus memiliki inkonsistensi dalam metode mengajar mereka agar siswa tetap termotivasi.
5.Ketidakserasian antara teori dan praktek dalam pelajaran fisika menunjukkan adanya inkonsistensi dalam kurikulum pendidikan.

📚 Artikel terkait kata "inkonsistensi"

Mengenal Kata 'inkonsistensi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Inkonsistensi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "inkonsistensi" sering kali digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan perilaku atau keputusan yang tidak konsisten. Dalam arti resmi, inkonsistensi merujuk pada ketidaktaatan atau ketidakserasan dalam melakukan sesuatu. Ini dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam keputusan pemerintah atau perilaku individu.

Contoh-contoh inkonsistensi dapat dilihat dalam kalimat berikut: - Pemerintah mengumumkan kebijakan baru untuk mengurangi sampah plastik, namun tidak melakukan tindakan konkrit untuk menerapkan kebijakan tersebut. - Seorang pebisnis mengklaim bahwa perusahaannya berkomitmen untuk keberlanjutan lingkungan, namun tidak melakukan langkah-langkah yang signifikan untuk mengurangi dampak lingkungan. - Seorang individu mengklaim bahwa dia berusaha untuk lebih sehat, namun terus menerus mengonsumsi makanan yang tidak seimbang.

Relevansi kata inkonsistensi dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Ketika seseorang atau organisasi menunjukkan inkonsistensi, maka ini dapat mengurangi kepercayaan dan kepercayaan masyarakat terhadap mereka. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menerapkan prinsip konsistensi dalam kehidupan sehari-hari.