Arti Kata "cencang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "cencang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

cencang

1cen·cang v potong kecil-kecil (halus-halus);
-- dua segerai, pb sekali jalan dua pekerjaan selesai; -- putus tiang tumbuk, pb putusan yg mengikat;
ber·cen·cang v sudah dicencang;
men·cen·cang v 1 memotong (mengiris) halus-halus: ~ daging; 2 memotong (membelah) dng kapak (golok dsb); membacok; 3 ki membunuh secara kejam (dng memotong-motong anggota badan);
~ berlandasan, melompat bersetumpu (bertumpuan), pb jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu; tangan ~ bahu memikul, pb siapa yg bersalah harus dihukum; perbuatan jahat harus diberi hukuman yg setimpal;
cen·cang·an n (daging dsb) yg sudah dicencang; hasil mencencang

2cen·cang, -- latih ark n sawah (ladang) yg dibuka sendiri dan menjadi hak milik orang yg membuka tanah itu;
men·cen·cang v membuka tanah untuk dijadikan sawah ladang;
~ melatih mencencang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "cencang"

📝 Contoh Penggunaan kata "cencang" dalam Kalimat

1.Pengacara mencencang segala alasan yang diajukan oleh terdaksa.
2.Pembuat kerajinan tangan harus dapat mencencang kayu dengan tepat.
3.Pengawas pabrik memerintahkan pekerja untuk mencencang limbah dengan hati-hati.
4.Pengusaha mencencang harga barang-barang di toko miliknya setiap hari.
5.Dalam perang, tentara mencencang musuh dengan kejam dan tidak berbelas kasihan.

📚 Artikel terkait kata "cencang"

Mengenal Kata 'cencang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "cencang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "cencang" memiliki makna yang kompleks dan luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan memotong atau memenggal sesuatu, seperti daging atau ranting kayu. Namun, dalam konteks historis dan sosial, kata cencang juga memiliki makna yang lebih dalam, seperti putusan yang mengikat atau hukuman yang setimpal. Dalam kehidupan sehari-hari, kata cencang sering digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Si pemetik kayu mencencang ranting kayu yang kering untuk membuat api", "Tindakan koruptor harus dicencang dengan hukuman yang setimpal", atau "Daging sapi yang sudah dicencang siap untuk dibumbui dan dimasak". Dalam contoh-contoh ini, kata cencang digunakan untuk menggambarkan tindakan memotong atau memenggal, serta implikasi hukum atau konsekuensi dari tindakan tersebut. Dalam budaya Indonesia modern, kata cencang memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks keadilan dan hukum. Dalam banyak kasus, kata cencang digunakan untuk menggambarkan tindakan pemerintah atau otoritas untuk mencencang korupsi, kolusi, atau tindakan kejahatan lainnya. Dengan demikian, kata cencang menjadi simbol keadilan dan perlindungan bagi rakyat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan implikasi kata cencang dalam kehidupan sehari-hari dan dalam konteks keadilan dan hukum.