Arti Kata "selisip" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "selisip" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

selisip

se·li·sip, me·nye·li·sip·kan v menyisipkan; menyelipkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "selisip"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "selisip" dalam Kalimat

1.Dia menyelipkan buku di antara hawar, sehingga tidak terlihat.
2.Siswa selalu menyisipkan catatan di pojok halaman buku pelajaran.
3.Dalam permainan tradisional, anak-anak menyelipkan bola di antara jari-jari mereka.
4.Dalam upacara pernikahan, ibu mertua menyisipkan bunga di antara hiasan pengantin.
5.Pengarang mencoba menyelipkan pesan moral di antara kalimat-kalimat cerita fabelnya.

πŸ“š Artikel terkait kata "selisip"

Mengenal Kata 'selisip' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "selisip" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "selisip" memiliki makna yang cukup luas dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti "menyisipkan" atau "menyelipkan" suatu benda atau informasi ke dalam tempat lain. Sejarahnya, kata ini dipengaruhi oleh bahasa Belanda, yaitu "slijpen", yang berarti "menggores" atau "mengisipkan". Pada awalnya, kata ini digunakan dalam konteks yang sangat spesifik, seperti memasukkan sesuatu ke dalam lubang kecil atau celah yang sempit. Namun, seiring perkembangan bahasa, kata "selisip" mulai digunakan dalam konteks yang lebih luas. Sekarang, kita dapat melihat kata ini digunakan dalam berbagai kalimat, seperti: - "Dia menyelipkan uang di antara halaman buku untuk tidak terlihat oleh orang lain." - "Saya menyisipkan beberapa kalimat untuk menjelaskan ide saya kepada teman saya." - "Dia menyelipkan dirinya di antara kerumunan orang untuk tidak terdeteksi." Kata "selisip" memiliki relevansi yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks komunikasi dan interaksi sosial. Dalam budaya Indonesia modern, kita sering menggunakan kata ini untuk menggambarkan kegiatan menyisipkan atau menyelipkan informasi, benda, atau bahkan diri sendiri ke dalam situasi yang tidak terduga. Dengan kata lain, kata "selisip" menjadi bagian dari gaya bahasa kita yang lebih santai dan santai. Dalam penggunaan sehari-hari, kita dapat melihat bahwa kata "selisip" sering digunakan dalam konteks yang lebih luas dan tidak terbatas hanya pada makna aslinya. Dengan demikian, kata ini menjadi lebih relevan dan dapat digunakan dalam banyak situasi, tidak hanya dalam konteks yang spesifik seperti sebelumnya.