Arti Kata "basuh tangan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "basuh tangan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

basuh tangan

upah berupa uang sebagai imbalan setelah mengerjakan sesuatu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "basuh tangan"

📝 Contoh Penggunaan kata "basuh tangan" dalam Kalimat

1.Dalam kesempatan itu, Pak Budi menerima basuh tangan dari orang tua karena telah berhasil menyelesaikan proyek paling sulit di kantor.
2.Dia menanggapi bahwa gaji yang diterima sebagai basuh tangan setiap bulan sangat tidak mencukupi kebutuhan keluarganya.
3.Pada malam itu, ia berharap menerima basuh tangan yang lebih tinggi dari bosnya karena kerja keras yang telah dilakukannya.
4.Dalam konteks budaya, seseorang yang menerima basuh tangan dari kerabatnya sebagai tanda hormat dan kepercayaan.
5.Pengusaha besar yang sukses mungkin memiliki basuh tangan yang sangat tinggi, tetapi ia tidak pernah lupa dengan keluarganya yang kecil.

📚 Artikel terkait kata "basuh tangan"

Mengenal Kata 'basuh tangan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Basuh Tangan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "basuh tangan" memiliki makna yang seringkali diabaikan, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sangat penting dalam konteks bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, **basuh tangan** mengacu pada upah berupa uang sebagai imbalan setelah mengerjakan sesuatu. Konsep ini telah ada sejak zaman dahulu, ketika seseorang melakukan pekerjaan untuk mendapatkan upah. Dalam konteks sosial, **basuh tangan** menjadi simbol dari hard work dan dedikasi seseorang dalam mengerjakan tugasnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata **basuh tangan** dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Dia menerima **basuh tangan** dari klien karena berhasil menyelesaikan proyek dengan tepat waktu." Atau, "Upah yang diterima oleh pekerja sebagai **basuh tangan** akan membuatnya lebih bersemangat untuk mengerjakan tugasnya." Dalam contoh lain, "Penggarap sawah menerima **basuh tangan** dari tuan tanah setelah menyelesaikan panen." Kata **basuh tangan** memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks karir, **basuh tangan** menjadi motivasi bagi seseorang untuk bekerja keras dan meningkatkan kemampuannya. Dalam konteks sosial, **basuh tangan** membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat hubungan antarindividu. Dengan demikian, **basuh tangan** bukan hanya sekadar upah, tetapi juga simbol dari kerja keras dan dedikasi seseorang dalam mencapai tujuan.