Arti Kata "bohong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bohong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bohong

bo·hong a 1 tidak sesuai dng hal (keadaan dsb) yg sebenarnya; dusta: kabar itu -- belaka; ia berkata --; 2 cak bukan yg sebenarnya; palsu (biasanya mengenai permainan): uang --; lotre --;
ber·bo·hong v menyatakan sesuatu yg tidak benar; berbuat bohong; berdusta: jangan coba-coba -, nanti pasti ketahuan;
mem·bo·hong v mengatakan sesuatu yg tidak benar kpd;
mem·bo·hongi v berbohong kpd; mendustai: sudah kerap kali dia -ku;
mem·bo·hong·kan v 1 menyatakan (mengatakan, meng anggap) bohong: ia - kabar itu dan menganggapnya sbg fitnah belaka; 2 menyangkal; mengingkari: tertuduh - semua keterangan saksi;
bo·hong-bo·hong·an n bukan yg sebenarnya (tt permainan);
pem·bo·hong n 1 orang yg suka membohong; 2 suka membohong (berbohong);
ke·bo·hong·an n perihal bohong; sesuatu yg bohong: -nya suatu ketika akan ketahuan juga

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bohong"

📝 Contoh Penggunaan kata "bohong" dalam Kalimat

1.Bocoran informasi tentang proyek tersebut adalah bohong.
2.Dia selalu berbohong tentang asal-usulnya.
3.Saya tidak bisa percaya kalau dia tidak akan berbohong lagi.
4.Pengacara membohongkan fakta untuk menjatuhkan pelanggan.
5.Dia tidak pernah mau mengakui bahwa dia pernah berbohong dengan saya.

📚 Artikel terkait kata "bohong"

Mengenal Kata 'bohong' - Inspirasi dan Motivasi

Bohong: Mengetahui Makna dan Konteksnya

Kata **bohong** memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini berasal dari bahasa Melayu dan telah digunakan selama berabad-abad. Kata **bohong** pertama kali muncul dalam kamus bahasa Melayu-Indonesia pada abad ke-19, dan sejak itu telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang digunakan sehari-hari. Dalam konteks sosial, kata **bohong** sering digunakan untuk menggambarkan kebohongan, dusta, atau pernyataan yang tidak benar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata **bohong** dalam berbagai konteks, seperti dalam percakapan dengan orang lain, dalam media massa, atau bahkan dalam permainan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata **bohong** dalam kalimat yang alami: - "Dia berkata bahwa dia akan datang, tapi ternyata hanya sekedar **bohong**-nya." - "Kabar bahwa dia akan menikah adalah **bohong** belaka, karena dia masih belum memutuskan." - "Dia suka **berbohong** tentang usiannya, sehingga orang lain tidak percaya padanya." Kata **bohong** juga memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam era digital, **kebohongan** online telah menjadi masalah yang serius, karena dapat menyebabkan kerugian materi dan reputasi bagi individu atau organisasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks kata **bohong**, sehingga dapat menghindari kebohongan dan membangun hubungan yang lebih jujur dan terbuka. Dalam beberapa tahun terakhir, **bohong** telah menjadi topik yang hangat dalam diskusi publik, terutama dalam konteks **politik** dan **media**. Dengan menggunakan kata kunci seperti **bohong**, **dusta**, dan **kebohongan**, kita dapat memahami lebih baik tentang bagaimana kata ini digunakan dalam berbagai konteks dan bagaimana kita dapat menghindari kebohongan dalam kehidupan sehari-hari.