Arti Kata "repah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "repah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

repah

re·pah ? rapah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "repah"

📝 Contoh Penggunaan kata "repah" dalam Kalimat

1.Kue yang lezat membuat lidahku repah membualkan rasa manisnya.
2.Saya mencari kue yang tidak terlalu manis, karena rasa yang terlalu manis membuat perutku repah.
3.Pada zaman dulu, kue repah dijadikan sebagai hadiah untuk tamu berharga.
4.Pengajar mengatakan bahwa kita harus sabar dan tidak mudah repah karena setiap proses belajar membutuhkan waktu.
5.Perempuan yang terlalu banyak berbicara membuat lidahnya repah dan tidak bisa lagi berhenti berbicara.

📚 Artikel terkait kata "repah"

Mengenal Kata 'repah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "repah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "repah" memiliki makna umum sebagai bahan makanan yang tidak lengket atau tidak lengket di tangan. Namun, kata ini memiliki sejarah panjang dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks agama Hindu dan Buddha, "repah" digunakan sebagai kata untuk menggambarkan bahan makanan yang tidak mengandung kelembaban, sehingga tidak dapat menimbulkan kecemasan dalam hal kesucian atau kebersihan.

Contoh Penggunaan Kata repah

Kata "repah" sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks makanan. Contoh penggunaan kata ini dapat dilihat dalam kalimat-kalimat seperti: "Saya suka makan repah untuk sarapan karena tidak lengket di lidah." Atau, "Bahan-bahan makanan yang repah lebih mudah untuk disimpan dan tidak cepat basi."

Relevansi Kata repah dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "repah" memiliki relevansi yang signifikan dalam hal makanan dan kebersihan. Dalam budaya Indonesia, makanan yang repah dianggap lebih segar dan lebih aman untuk dikonsumsi dibandingkan dengan makanan yang lembab. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks kebersihan, seperti perawatan kulit atau perawatan pakaian, di mana bahan-bahan yang repah dianggap lebih mudah untuk dibersihkan dan tidak akan menimbulkan kerusakan.