Arti Kata "residif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "residif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

residif

re·si·dif ? residivistis

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "residif"

📝 Contoh Penggunaan kata "residif" dalam Kalimat

1.Karyawan yang sering melakukan kesalahan dapat dianggap sebagai residif di tempat kerja.
2.Di bidang medis, residif dapat merujuk pada sisa produk obat yang masih ada dalam tubuh.
3.Orang yang terus-menerus melakukan tindakan kriminal dapat dianggap sebagai residifis kejahatan.
4.Kebiasaan merokok dapat menjadi residif yang sulit dihilangkan bagi seseorang.
5.Penggunaan residif dalam lingkungan dapat berdampak negatif pada kesehatan masyarakat dan ekosistem.

📚 Artikel terkait kata "residif"

Mengenal Kata 'residif' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Residif" - Mengenal Seseorang yang Sulit Berubah

Kata "residif" memiliki makna resmi sebagai "re·si·dif ? residivistis", yaitu seseorang yang memiliki sifat atau kebiasaan yang sulit berubah, bahkan setelah terjadi perubahan atau penyesuaian. Konsep ini mungkin sudah ada sejak lama, tetapi kata "residif" sendiri mulai digunakan dalam bahasa Indonesia pada abad ke-20. Penggunaan kata "residif" dapat ditemukan dalam berbagai konteks, mulai dari psikologi hingga sosial budaya. Dalam psikologi, kata "residif" digunakan untuk menggambarkan individu yang memiliki sifat konservatif atau tradisional, sulit menerima perubahan atau inovasi baru. Sementara itu, dalam konteks sosial budaya, kata "residif" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terus-menerus melakukan kebiasaan atau perilaku yang tidak bermanfaat bagi dirinya sendiri atau orang lain. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "residif" dalam kalimat yang alami: - "Dia memang masih residif dalam hal kepercayaan dan nilai-nilai hidupnya, tidak mau berubah meskipun sudah banyak orang yang melihat hal tersebut sebagai hal yang tidak tepat." - "Seseorang yang residif dalam hal kebiasaan makan tidak sehat, sulit untuk berubah menjadi lebih sehat dan aktif." - "Di masyarakat, masih ada residif yang masih menganggap perempuan tidak boleh menjadi pejabat atau memiliki hak untuk memilih." Kata "residif" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat banyak perubahan dan penyesuaian yang terjadi dalam masyarakat, tetapi masih ada beberapa orang yang residif dalam hal kepercayaan dan nilai-nilai hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu mudah dan memerlukan waktu, kesabaran, dan kerja sama dari banyak pihak.