Arti Kata "fidiah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fidiah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fidiah

fi·di·ah n Isl denda (biasanya berupa makanan pokok, msl beras) yg harus dibayar oleh seorang muslim krn meninggalkan puasa yg disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua yg menimpa dirinya, dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fidiah"

📝 Contoh Penggunaan kata "fidiah" dalam Kalimat

1.Dalam Islam, seorang pria yang meninggalkan puasa karena sakit harus membayar fidiah kepada Allah.
2.Banyak orang tua memilih untuk membayar fidiah daripada berpuasa pada hari raya Idul Fitri.
3.Seorang anak muda harus membayar fidiah kepada ayahnya karena meninggalkan shalat Jumat dengan sengaja.
4.Pembayaran fidiah dapat dilakukan dengan mengganti shalat yang tertunda dengan shalat lainnya.
5.Penghitungan fidiah biasanya dilakukan secara sederhana untuk memudahkan proses pembayaran.

📚 Artikel terkait kata "fidiah"

Mengenal Kata 'fidiah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fidiah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "fidiah" seringkali digunakan dalam konteks agama Islam, terutama terkait dengan hukum-hukum sharia. Fidiah adalah denda yang harus dibayar oleh seorang Muslim karena meninggalkan puasa yang disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua yang menimpa dirinya, atau keadaan lain yang tidak bisa dihindari. Tidak seperti denda biasa, fidiah biasanya berupa makanan pokok seperti beras. Hal ini menunjukkan bahwa fidiah memiliki makna yang lebih mendalam dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Fidiah juga dapat diartikan sebagai komitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan. Fidiah seringkali digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Dia harus membayar fidiah karena tidak bisa melakukan puasa hari ini." Atau, "Dia memutuskan untuk membayar fidiah dalam bentuk donasi kepada baitul mal." Contoh lain, "Dia harus membayar fidiah karena tidak bisa mengikuti sholat di masjid." Dengan demikian, fidiah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan tidak hanya sebagai hukum yang ketat. Dalam kehidupan sehari-hari, fidiah dapat menjadi inspirasi untuk kita semua. Dengan membayar fidiah, kita dapat meningkatkan keimanan dan memperbaiki diri. Fidiah juga dapat menjadi motivasi untuk kita menjadi lebih baik dan lebih tanggung jawab. Dengan demikian, fidiah tidak hanya sebagai hukum, tetapi juga sebagai jalan menuju kebaikan dan kesalehan.