Arti Kata "reklamasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "reklamasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

reklamasi

re·kla·ma·si /réklamasi/ n 1 bantahan atau sanggahan (dng nada keras); 2 Tan usaha memperluas tanah (pertanian) dng memanfaatkan daerah yg semula tidak berguna (msl dng cara menguruk daerah rawa-rawa); 3 pengurukan (tanah);
me·re·kla·ma·si·kan v membuka tanah untuk digarap (msl menjadi persawahan): pemerintah telah ~ seluas 5,25 juta hektar tanah di daerah Sumatra dan Kalimantan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "reklamasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "reklamasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah telah mereklamasi seluas 5,25 juta hektar tanah di daerah Sumatra dan Kalimantan.
2.Kami akan mereklamasi tanah rawa-rawa untuk menjadikan lahan pertanian yang subur.
3.Dalam proses reklamasi, kami harus menghadapi tantangan keras dari masyarakat setempat.
4.Penggunaan reklamasi lahan menjadi kunci keberhasilan proyek pertanian di daerah tropis.
5.Kami mengajarkan kepada siswa tentang proses reklamasi lahan dalam bidang pertanian.

📚 Artikel terkait kata "reklamasi"

Mengenal Kata 'reklamasi' - Inspirasi dan Motivasi

Reklamasi: Membuka Wilayah Baru

Reklamasi merupakan istilah yang sudah ada sejak lama dalam bahasa Indonesia. Namun, maknanya telah berkembang seiring waktu. Dalam arti resmi, reklamasi memiliki tiga definisi utama. Pertama, sebagai bantahan atau sanggahan dengan nada keras. Kedua, sebagai usaha memperluas tanah dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna. Ketiga, sebagai pengurukan tanah untuk membuka lahan persawahan atau area lainnya. Contoh-contoh penggunaan kata reklamasi dalam kalimat alami dapat dilihat dalam berbagai konteks. Misalnya, pemerintah melakukan reklamasi di daerah rawa-rawa untuk membuka lahan persawahan baru. Atau, dalam konteks sosial, seseorang dapat melakukan reklamasi terhadap pendapat lawan dengan nada keras. Selain itu, reklamasi juga dapat dilakukan dalam konteks ekonomi, seperti memperluas wilayah industri dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna. Dalam kehidupan sehari-hari, kata reklamasi memiliki relevansi yang signifikan. Dalam konteks budaya Indonesia modern, reklamasi dapat berarti proses memperluas kemampuan dan kemajuan. Misalnya, seseorang dapat melakukan reklamasi diri dengan belajar dan mengembangkan kemampuan baru. Atau, dalam konteks sosial, komunitas dapat melakukan reklamasi lingkungan dengan melakukan upaya pengurukan tanah dan konservasi sumber daya alam. Dengan demikian, kata reklamasi bukan hanya berarti memperluas tanah, tetapi juga berarti memperluas kemampuan dan kemajuan diri.