Arti Kata "reja-reja ayam" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "reja-reja ayam" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

reja-reja ayam

re.ja-re.ja ayam bagian ayam (seperti kaki, sebagian isi perut) yang dibuang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "reja-reja ayam"

📝 Contoh Penggunaan kata "reja-reja ayam" dalam Kalimat

1.Semua makanan harus ditimbang dan dihitung reja-reja ayamnya sebelum disajikan kepada pelanggan.
2.Pembeli harus membayar tambahan untuk reja-reja ayam yang dibuang saat membeli ayam goreng.
3.Pedagang makanan harus memastikan bahwa semua makanan yang dijual tidak ada reja-reja ayam yang dicampur.
4.Pada saat memasak, kita harus berhati-hati agar tidak melewatkan reja-reja ayam yang harus dibuang.
5.Di pasar tradisional, kita sering melihat penjual makanan membuang reja-reja ayam ke dalam tempat sampah.

📚 Artikel terkait kata "reja-reja ayam"

Mengenal Kata 'reja-reja ayam' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "reja-reja ayam" - Kunci Memahami Budaya Indonesia

Kata "reja-reja ayam" seringkali terdengar dalam konteks budaya Indonesia, terutama dalam kebiasaan masyarakat pedesaan. Namun, apa sebenarnya makna dari kata ini? Reja-reja ayam adalah bagian ayam yang tidak dimakan, seperti kaki, isi perut, dan sebagainya. Ini adalah praktek yang sudah ada sejak lama, bahkan sebelum zaman kolonial Belanda. Praktek ini memiliki konteks historis yang menarik. Di masa lalu, masyarakat Indonesia masih mengandalkan pertanian dan peternakan sebagai sumber makanan utama. Karena itu, setiap bagian hewan yang bisa dimakan, termasuk reja-reja ayam, digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Meskipun saat ini masyarakat lebih beragam dan memiliki akses ke berbagai jenis makanan, kebiasaan ini masih dipertahankan sebagai bagian dari tradisi dan budaya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata reja-reja ayam sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Penjual ayam di pasar membuang reja-reja ayam ke tempat sampah." Atau, "Ibu memasak ayam dan meletakkan reja-reja ayam di tempat lain untuk dibuang nanti." Kata ini juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, seperti "Saya tidak suka memakan reja-reja ayam karena rasanya tidak enak." Dalam konteks budaya modern, kata reja-reja ayam masih relevan. Masyarakat Indonesia masih memegang erat kebiasaan dan tradisi lama, bahkan di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial. Dengan memahami makna dan konteks kata reja-reja ayam, kita dapat lebih memahami budaya dan sejarah Indonesia.