Arti Kata "plafon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "plafon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

plafon

pla·fon n 1 langit-langit rumah: tiba-tiba ia kejatuhan tetesan air dr -- , rupanya ada atap yg bocor; 2 Ek batas tertinggi (biaya, kredit, dsb) yg disediakan; pagu: Pemerintah belum mengumumkan -- kredit nasional yg baru; diharapkan -- subsidi Pusat untuk Provinsi Bali akan meningkat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "plafon"

📝 Contoh Penggunaan kata "plafon" dalam Kalimat

1.Rumah itu memiliki plafon yang tinggi dan luas, membuatnya terlihat sangat elegan.
2.Dalam proyek pembangunan jalan, pemerintah menetapkan plafon biaya yang sangat ketat.
3.Saya sangat takut melihat kejatuhan tetesan air dari plafon saat hujan.
4.Pagi itu, aku berdiri di bawah plafon taman, menikmati udara segar dan pemandangan indah.
5.Dalam konteks ekonomi, plafon kredit yang ditetapkan oleh bank sangat sulit untuk dipenuhi.

📚 Artikel terkait kata "plafon"

Mengenal Kata 'plafon' - Inspirasi dan Motivasi

Plafon: Pengertian, Penggunaan, dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Plafon adalah istilah yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks rumah tangga atau bangunan. Kata ini memiliki beberapa arti, yaitu langit-langit rumah yang tiba-tiba kejatuhan tetesan air dari tempat tersebut menunjukkan adanya atap yang bocor, atau batas tertinggi yang disediakan, seperti pagu kredit atau subsidi. Dalam konteks sejarah, kata plafon dipengaruhi oleh bahasa Belanda, yaitu "plafon", yang diadaptasi menjadi "plafon" dalam bahasa Indonesia. Seiring perkembangan waktu, kata ini menjadi bagian dari bahasa sehari-hari dan digunakan dalam berbagai konteks. Contoh penggunaan kata plafon dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: "Setelah hujan, air mulai menetes dari plafon", "Pagu kredit yang ditetapkan adalah Rp 10 juta, sehingga saya harus berhati-hati agar tidak melebihi batas plafon tersebut", atau "Pemerintah akan meningkatkan plafon subsidi Pusat untuk Provinsi Bali". Dalam kehidupan sehari-hari, kata plafon memiliki relevansi yang sangat besar. Banyak orang yang menggunakan kata ini dalam berbagai konteks, seperti ketika berbicara tentang perawatan rumah tangga, keuangan, atau pemerintahan. Dengan demikian, kata plafon menjadi bagian dari bahasa sehari-hari dan digunakan oleh masyarakat luas.