Arti Kata "olok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "olok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

olok

1olok, olok-olok n perkataan yg mengandung sindiran (ejekan, lelucon) atau perkataan untuk bermain-main saja; kelakar, senda gurau: jangan marah, ini - saja;
ber·o·lok-o·lok v bermain-main (dng maksud menyindir, mengejek) dng perkataan; berkelakar; bersenda-gurau: ja-ngan - lagi, nanti dia menangis;
meng·o·lok-o·lok v mempermainkan dng perkataan (spt mengejek): tidak baik - kakak sendiri;
olok-o·lok·an 1 n olok-olok; ejekan; sindiran: dia menjadi berang mendengar - spt itu; 2 v cak saling berolok-olok;
mem·per·o·lok-o·lok v mengolok-olok;
mem·per·o·lok-o·lok·kan v mempermain-mainkan dng tindakan atau ucapan; ejekan: jangan - orang tua itu

2olok, olok-olok n cara menjahit dng jarum kasar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "olok"

📝 Contoh Penggunaan kata "olok" dalam Kalimat

1.Aku tidak dapat mengerti mengapa dia begitu berani mengolok-olok teman sekelasnya di depan guru.
2.Dalam film komedi, karakter utama sering berolok-olok dengan karakter lain untuk menambahkan humor.
3.Pada malam itu, kami bermain-main dengan kata-kata dan mengolok-olok satu sama lain sambil tertawa.
4.Saya tidak suka ketika teman saya mengolok-olok saya dengan nama samaran yang tidak enak didengar.
5.Dalam suatu kesempatan, seorang seniman mengolok-olok kekurangan sosial di masyarakat lewat lukisannya yang sangat tajam.

📚 Artikel terkait kata "olok"

Mengenal Kata 'olok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Olok" - Inspirasi dan Motivasi

Kata **olok** memiliki makna yang sangat luas dan konteks yang kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, **olok** diartikan sebagai perkataan yang mengandung sindiran, ejekan, atau lelucon yang ditujukan untuk bermain-main atau menyindir seseorang. Konsep ini telah ada sejak lama dan menjadi bagian dari budaya Indonesia. Dalam sejarahnya, **olok** digunakan sebagai cara mengobrol santai dan bermain-main dengan orang lain. Orang bijak akan menggunakan **olok** untuk membuat orang lain tertawa dan merasa nyaman. Namun, **olok** juga dapat diartikan sebagai ejekan yang dapat menyebabkan orang lain merasa tersinggung. Oleh karena itu, **olok** harus digunakan dengan hati-hati dan mengerti konteksnya. Berikut beberapa contoh penggunaan kata **olok** dalam kalimat yang alami: * "Jangan marah, ini hanya **olok-olok** saja!" * "Dia menjadi berang karena **olok-olok** saya kepada dia." * "Kita hanya bermain **olok-olok** untuk menghibur diri." **Olok** juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam masyarakat yang sangat konservatif, **olok** digunakan sebagai cara untuk melepaskan ketegangan dan menghibur diri. Namun, dalam masyarakat yang lebih modern, **olok** dapat diartikan sebagai ejekan yang dapat menyebabkan orang lain merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, **olok** harus digunakan dengan hati-hati dan mengerti konteksnya. Dalam kesimpulan, **olok** adalah kata yang sangat luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dengan mengerti makna dan konteksnya, kita dapat menggunakan **olok** dengan lebih bijak dan mengerti konteksnya.