Arti Kata "siur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "siur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

siur

1si·ur ? simpang (simpang siur)

2si·ur v, ber·ke·si·ur·an v mendesing-desing (tt angin): bulan tetap bersinar terang, angin tetap -

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "siur"

📝 Contoh Penggunaan kata "siur" dalam Kalimat

1.Kota itu memiliki simpang siur yang sangat ramai pada pagi hari.
2.Saya harus berhati-hati saat melalui simpang siur itu agar tidak tertabrak mobil.
3.Di Jakarta, simpang siur biasanya menjadi sumber kemacetan yang sangat parah.
4.Pemerintah berusaha untuk memperbaiki kondisi simpang siur dengan membangun jalan baru.
5.Sampai sekarang, simpang siur tetap menjadi masalah utama dalam perencanaan lalu lintas.

📚 Artikel terkait kata "siur"

Mengenal Kata 'siur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "siur" - Simpang Jalan yang Menginspirasi

Kata "siur" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks geografi, siur merujuk pada simpang jalan atau pertemuan antara dua atau lebih jalan. Konsep ini telah ada sejak zaman dahulu, ketika jalan-jalan masih terbatas dan pengembangan infrastruktur belum sepesat sekarang. Dalam jaman lalu, simpang siur seringkali menjadi titik pertemuan bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berkomunikasi. Mereka akan berhenti di simpang siur untuk berbicara, berdagang, atau sekadar menikmati pemandangan sekitar. Dengan demikian, simpang siur telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Berikut beberapa contoh penggunaan kata siur dalam kalimat yang alami: * "Saya harus berhenti di simpang siur untuk menanyakan arah ke kota tujuan saya." * "Simpang siur di pusat kota sangat sibuk, saya harus berjalan lebih cepat untuk mencapai destinasi saya." * "Saya suka berjalan di simpang siur pagi hari, karena udara masih segar dan pemandangan sangat indah." Dalam kehidupan sehari-hari, simpang siur masih memiliki peran yang penting. Mereka menjadi titik pertemuan bagi masyarakat untuk berinteraksi, berbagi informasi, dan mengembangkan kegiatan sosial. Dengan demikian, siur tidak hanya sebagai simpang jalan, tetapi juga sebagai simbol kehidupan komunal yang kuat.