Arti Kata "neurotransmiter" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "neurotransmiter" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

neurotransmiter

neu·ro·tran·smi·ter /néurotransmiter/ n Dok saraf pembawa pesan atau isyarat dr otak ke bagian tubuh lainnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "neurotransmiter"

📝 Contoh Penggunaan kata "neurotransmiter" dalam Kalimat

1.Dalam ilmu saraf, neurotransmiter berperan penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh.
2.neurotransmiter ini bertanggung jawab mengirimkan sinyal dari otak ke otot, sehingga memungkinkan kita bergerak.
3.Penggunaan obat-obatan yang salah dapat mengganggu keseimbangan neurotransmiter di otak, menyebabkan efek sampingan.
4.Dalam psikiatri, terapi dapat membantu meningkatkan produksi neurotransmiter yang membantu mengatasi perasaan depresi.
5.Pengenalan tentang neurotransmiter ini memungkinkan kita memahami bagaimana otak berfungsi dan mengatur berbagai proses tubuh.

📚 Artikel terkait kata "neurotransmiter"

Mengenal Kata 'neurotransmiter' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Neurotransmiter" - Pintu Gerbang Otak

Dalam dunia biologi saraf, terdapat kata penting yang berperan dalam menghantarkan pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lainnya. Kata tersebut adalah neurotransmiter. Dok saraf pembawa ini memainkan peran kunci dalam menjalankan fungsi otak dan regulasi sistem tubuh. Dalam konteks historis, penemuan neurotransmiter pada abad ke-19 menandai awal dari pemahaman lebih dalam tentang cara kerja otak dan sistem saraf. Neurotransmiter memiliki peran penting dalam menghantarkan sinyal dari neuron ke neuron lain, memungkinkan kita untuk mengalami emosi, berpikir, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dalam penggunaan sehari-hari, kita sering mendengar kata neurotransmiter dalam konteks perawatan mental atau pengobatan penyakit neurological. Misalnya, "Saya sedang mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan neurotransmiter dalam otak saya" atau "Penyakit depresi terkait dengan gangguan neurotransmiter". Dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, neurotransmiter juga memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku dan kebiasaan kita. Misalnya, perasaan kecemasan dan stres dapat mempengaruhi produksi neurotransmiter, seperti serotonin dan dopamine, yang kemudian mempengaruhi emosi kita. Dalam budaya Indonesia modern, pengetahuan tentang neurotransmiter semakin luas dan berkembang. Banyak orang yang mencari cara untuk meningkatkan kesehatan otak dan mengelola stres dengan cara mengoptimalkan neurotransmiter.